Dinilai Lamban, BPJS Ketenagakerjaan Sinjai Dianggap Mengecewakan

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Ketua BPD Desa Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Supriadi, mengeluhkan kinerja BPJS Ketenagakerjaan Sinjai. Rabu, (93/02/2021).

Pasalnya, pihak BPJS Ketenagakerjaan Sinjai, belum memberikan hak ahli waris keluarga korban kecelakaan laut di Ambon yang merupakan Warganya.

Bacaan Lainnya

Padahal, kata Supriadi berkas sudah lama dimasukkan kepihak BPJS Ketenagakerjaan Sinjai.

“Kecelakaannya terjadi bulan Juli 2020, terus saya masukkan berkasnya mulai bulan Agustus dan rampung berkasnya pada bulan September, dan Pihak BPJS menyatakan berkas sudah selesai, saya disuruh menunggu, sekitar 3 bulan. Tapi sampai sekarang, hak ahli waris belum diterima,” jelasnya.

Lanjut Supriadi, setelah saya konfirmasi kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan, pada bulan Januari 2021, dirinya masih disuruh untuk menunggu.

“Setelah saya konfirmasi saya masih disuruh menunggu dengan alasan masih butuh proses, padahal berkasnya sudah lengkap. Maka dari itu saya menilai pihak BPJS Ketenagakerjaan Sinjai, lambat menjalankan tugas,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan Sinjai, untuk menyelesaikan dan memberikan hak ahli waris korban.

“Karena akta kematian korban sudah ada dari Capil, tapi BPJS Ketenagakerjaan, belum memberikan hak ahli waris korban,” pungkasnya.

Diketahui, Korban atas nama Rijal, Anak Buah Kapal (ABK), warga Desa Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur, yang mengalami kecelakaan laut di Ambon, dan dinyatakan meninggal dunia, meski jasadnya tidak ditemukan.

Hingga berita ini terbit, pihak BPJS Ketenagakerjaan Sinjai belum memberikan keterangan.

Takwa

  • Whatsapp
loading...