Berbaju Tahanan KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Proyek

  • Whatsapp

JAKARTA, Suara Jelata—Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah harus mendekam di rumah tahanan (rutan). Menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel, Minggu (28/2/2021).

Penetapan Nurdin Abdullah sebagai tersangka itu sebagai buntut dari sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2/2021) malam di Makassar.

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers yang disiarkan di channel Youtube KPK, Minggu (28/2/2021) dini hari WIB, Ketua KPK, Firli Bahuri menuturkan, usai ditetapkan sebagai tersangka, selanjutnya Nurdin Abdullah ditahan di Rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Setidaknya hingga 20 hari pertama atau hingga 18 Maret 2021.

Selain Nurdin, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat serta seorang kontraktor, Agung Sucipto. Keduanya Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Agung Sucipto ditahan di Rutan Gedung Merah Putih.

Sebelum mendekam di sel tahanan masing-masing, ketiga tersangka bakal menjalani isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1. Demi mencegah penyebaran Covid-19.

“KPK menetapkan tiga orang tersangka. Pertama, sebagai penerima yaitu saudara NA (Nurdin Abdullah) dan ER (Edy Rahmat). Kedua, sebagai pemberi, saudara AS (Agung Sucipto),” tutur Firli Bahuri.

Nurdin Abdullah bersama dengan Edy Rahmat dalam perkara tersebut disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Agung Sucipto disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” terang Firli.

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021,” jelas Firli.

Menurut dia, OTT yang dilakukan KPK itu sebagai tindak lanjut dari informasi masyarakat sebelumnya. Dilaporkan, Agung Sucipto akan memberikan sejumlah uang kepada Nurdin Abdullah melalui perantara Edy Rahmat.

Dalam perkara ini, Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung Sucipto. Tak hanya itu, mantan bupati dua periode di Bantaeng itu juga diduga menerima gratifikasi senilai Rp3,4 miliar.

Suap diberikan guna memastikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021.

(****)

  • Whatsapp
loading...