MAGELANG, Suara Jelata – Tidak kurang 100 orang Taruna Akademi Militer Tingkat III, Tingkat II serta organik dan keluarga Akademi Militer yang beragama Hindu merayakan Hari Raya Pagerwesi. Mereka melaksanakan kegiatan persembahyangan di Pura Wirabuana Akademi Militer, dipimpin oleh Pinandite I Wayan Kadek, Rabu (01/09/2021).
Kegiatan persembahyangan Hari Raya Pagerwesi tetap mempedomani Protokol Kesehatan yang diterapkan di Akademi Militer (Akmil).
Pinandite I Wayan Kadek dalam ceramahnya menjelaskan, Pagerwesi memiliki arti sebagai pagar besi yang melambangkan suatu perlindungan yang kuat. Di mana segala yang dipagari dengan kuat berarti sesuatu yang sangat dilindungi karena berharga.
“Hari Pagerwesi dimaknai sebagai magehin awak artinya yasa kuat teguh untuk memagari diri. Maksudnya memberi pagar diri agar terhindar dari godaan untuk berbuat yang melanggar ajaran agama,” ucapnya.
Pagerwesi dilaksanakan setiap Rabu Kliwon wuku Sintha yang datang setiap 210 hari sekali sesuai dengan kalender Hindu Bali. Hari Pagerwesi merupakan rerahinan gumi, sama halnya dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Rerahinan gumi artinya hari raya untuk semua masyarakat baik pendeta maupun umat biasa. (*)