BeritaDAERAHPENDIDIKAN

Di Awal 2022, MTCC Unimma Kembali Gelar Sekolah Tani Mandiri

×

Di Awal 2022, MTCC Unimma Kembali Gelar Sekolah Tani Mandiri

Sebarkan artikel ini

MAGELANG JATENG, Suara Jelata – Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) kembali menyelenggarakan kegiatan Sekolah Tani Mandiri secara offline. Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang.

Ketua MTCC Unimma Dra. Retno Rusdjijati, M.Kes mengatakan kegiatan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah ini akan diselenggarakan selama 5 kali tiap Jumat. Yaitu pada tanggal 14, 21, 28 Januari dan 4 dan 11 Februari 2022 ini.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Peserta terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di beberapa kecamatan. Serta perwakilan Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) dan wakil masyarakat umum,” tuturnya, Jumat (14/01/2022) usai kegiatan.

Ditekankan Retno, melalui kegiatan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah ini, MTCC Unimma juga berkeinginan kuat membantu petani muda untuk memperoleh “pengakuan publik” dengan sertifikasi profesi. Selain mendapatkan pelatihan selama 5 minggu secara gratis, peserta juga memperoleh akomodasi dan berhak mengikuti sertifikasi profesi secara gratis (bagi peserta yang memenuhi syarat).

“MTCC Unimma senantiasa berkomitmen mendampingi petani berkemajuan menuju kemandirian,” tandasnya.

Retno mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 adalah sebanyak 270,20 juta jiwa, dan jika dianalisis dari piramida penduduknya, Indonesia berkesempatan untuk menikmati bonus demografi. Persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebesar 70,72 persen (SP 2020). Kesempatan bonus demografi (diperkirakan 64% komposisi usia produktif), diharapkan bisa mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045.

Namun demikian, masih banyak masalah yang dihadapi dalam penyiapan SDM pertanian di Indonesia. Sampai saat ini, fakta menunjukkan bahwa kesejahteraan petani tembakau selalu ada dalam pihak yang dirugikan.

“Kondisi ini menjadi motivasi bagi MTCC Unimma untuk terus mengembangkan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah. Untuk versi offline kali ini, MTCC Unimma memfokuskan pada penyiapan SDM pertanian menuju kemandirian. Dalam hal ini, khususnya melalui bidang perikanan, produk herbal, tanaman hias, tanaman non beras dan kebijakan pertanian,” urainya.

Ditambah lagi, penduduk dengan mata pencaharian utamanya pertanian, kehutanan, dan perikanan sebanyak 38,23 juta orang atau 29,7 % (data Sakernas Agustus 2020). Seyogyanya potensi petani menjadi kekuatan utama Indonesia untuk dapat meningkatkan pendapatan dan kedaulatan pangan. Jangan sampai bonus demografi ini tersia-siakan.

“Petani Indonesia dapat memberi andil luar biasa jika dilibatkan dalam usaha di sektor pertanian. Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah-langkah untuk menumbuhkan minat, pengetahuan, dan kepedulian petani terhadap dunia pertanian. Kondisi ini sangat ditekankan pada petani muda (petani millenial), sehingga regenerasi dan keberlanjutan usaha pertanian dapat terjaga,” pungkas Dra. Retno Rusdjijati. (Iwan)