SOMBEP Dukung Amarah Usut Tuntas Kasus SPPD Fiktif Oknum DPRK Simeulue

DAERAH | News
Ketum SOMBEP Jhoni Howord bersama waka SOMBEP Tomi Lahanda. Doc arsip lembaga Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan

SIMEULUE ACEH, Suara Jelata – Dewan Pimpinan Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (SOMBEP) Aceh Barat mendukung Aliansi Mahasiswa Rakyat dan Buruh (Amarah) dalam upaya advokasi pengungkapan kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif oknum anggota DPRK Simeulue tahun 2019.

Terkait dukungan pengungkapan kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif oknum anggota DPRK Simeulue tahun 2019.

Hal itu disampaikan langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat SOMBEP, Jhoni Howord dari Kabupaten Aceh Barat. Ia menyatakan pihak SOMBEP mendukung laporan yang dilayangkan AMARAH ke Jamwas Kejaguang RI pada Tanggal 10 maret 2022 yang lalu agar kasus rasuah itu dapat ditemukan titik terang dan jelas penegakkan Hukumnya.

” SOMBEP mendukung segala bentuk advokasi dan langkah AMARAH untuk mengusut tikus-tikus maroon di kabupaten simeulue” ungkap Jhoni kepada media ini, Senin (14/03/2022) , di Aceh Barat.

Jhoni Howord juga menyebutkan sebelumnya anggota organisasi Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan yang berada di Kepulauan Simeulue telah sejak awal ikut menyuarakan terkait pengungkapan kasus SPPD fiktif oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Simeulue.

” Anggota kita dari mahasiswa Simeulue sudah pernah ikut menyurakan bersama rekan-rekan disana, guna segera menuntaskan kasus tersebut” jelasnya

Ketua Umum SOMBEP Aceh Barat juga menjelaskan perihal kasus SPPD fiktif oknum anggota DPRK simeulue, yang telah melalui tahap penyelidikan dan penyidikan oleh Kejari Simeulue telah ditemukan pelanggaran Hukum dan juga adanya kerugian Negara.

” Sebagaimana info di media serta keterangan dari rekan -rekan kita di Simeulue bahwa hasil audit investigatif yang dikeluarkan oleh BPK RI yang diterimah Kajari Simeulue pada Tanggal 5 Januari 2022 di Kantor BPK Perwakilan Aceh dengan total kerugian negara sebanyak 2,8 Milyar fiktif dan markup” tambah Jhoni

Lebih lanjut Ketum SOMBEP itu menuturkan bahwa dirinya sangat menyayangkan, sebab sejauh ini kasus itu belum ada peneptapan tersangka oleh pihak terkait. Oleh sebab itu pihaknya meminta Kejari setempat lebih serius dalam menjalankan tugas.

” Kami dari pihak SOMBEP juga meminta Kejari untuk serius menjalankan tugas kinstutusionalnya memerangi korupsi menyelamatkan uang negara” lanjut ketua umum SOMBEP dalam keterangan rilisnya.

Terakhir Ketum SOMBEP itu menyatakan pihaknya siap turun lapangan ke Simeulue untuk melakukan aksi solidaritas bersama aliansi AMARAH guna menyurakan penyelesaian kasus oknum DPRK Simeulue.

” SOMBEP siap turun bersama rekan-rekan AMARAH, kepung kejari Simeulue jika belum segera tuntaskan kasus SPPD fiktif oknum Anggota DPRK Simeulue”tutup Jhoni Howrd

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.