BeritaDAERAH

Warga Desa Seloboro Pasang Petisi Tolak Perpanjangan Izin Pemasangan Tower

×

Warga Desa Seloboro Pasang Petisi Tolak Perpanjangan Izin Pemasangan Tower

Sebarkan artikel ini
Petisi penolakan perpanjangan izin pemasangan tower PT Protelindo, dipasang warga di lokasi RT 06 Dusun Tular, Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. (foto: Iwan SJ)

MAGELANG JATENG, Suara Jelata Sebuah tower milik PT Protelindo berdiri di RT 06 Dusun Tular, Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Izin pemasangan tower tersebut mendekati selesai dan diduga akan diperpanjang oleh pihak PT Protelindo.

Terkait hal itu, warga menolak apabila diperpanjang pemasangan di lokasi tersebut. Alasannya tidak ada manfaat langsung bagi warga setempat. Akhirnya warga sepakat membuat baliho berisi tanda tangan ratusan warga Desa Seloboro, Kecamatan Salam.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Baliho warna putih ukuran besar itu merupakan petisi warga Desa Seloboro yang terdampak tower milik PT Protelindo. Selain baliho petisi, di lokasi tersebut juga terpasang baliho bertuliskan “Warga Desa Seloboro menolak perpanjangan tower yang membawa mudarat bagi masyarakat”.

Ketua RT 06 Dusun Tular, Desa Seloboro, Suprayitno membenarkan jika baliho yang terpasang di lokasi tower milik PT Protelindo memang sengaja dipasang oleh warga. Tandatangan dan pemasangan dilakukan oleh warga desa setempat dari berbagai Rukun Tetangga (RT).

Aksi pemasangan baliho petisi yang dilakukan warga diakui oleh Suprayitno sebagai puncak kemarahan warga terkait keberadaan tower ini karena membawa mudarat banyak orang desa. Sementara itikad baik dari pemilik tower sejauh ini tidak ada dan terkesan abai.

“Betul. Warga memasang baliho petisi sebagai bentuk protes perpanjangan izin tower milik PT Protelindo di tempat mereka,” ujar Suprayitno, Jumat (03/06/2022).

Ketua RT yang akrab disapa Pak Yaye ini  membeberkan bahwa tower tersebut membawa mudarat bagi warga. Di antaranya, sejak tower tersebut berdiri banyak alat elektronik warga rusak akibat tegangan listrik selalu turun naik.

“Yang parah lagi, listrik selalu padam. Karena tarikan daya listrik tower ini lebih besar dibanding pemakaian rumah tangga,” katanya.

Selain itu, Pak Yaye mengungkapkan penolakan warga atas perpanjangan izin tower ini karena ada ketakutan warga dengan sambaran petir. Warga merasa was-was petir mengancam mereka akibat keberadaan tower tersebut.

“Dan satu lagi, pihak pemilik atau pengelola tower ini diduga tidak ada kepeduliannya dengan warga. Seperti kompensasinya sudah tidak ada selama lima tahun terakhir ini. Padahal warga banyak mengalami kerugian akibat tegangan listrik yang tak stabil disebabkan pemakaian listrik di tower ini tinggi,” terang Pak Yaye.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak manajemen PT Protelindo belum bisa dikonfirmasi atas hal ini. Dua orang yang diduga pegawai perusahaan tower tersebut berada di lokasi Kamis (02/06/2022) sore, namun  menghindar diwawancarai dan mengaku jika mereka bukan orang yang berkompoten untuk berkomentar terkait izin tower tersebut. (Iwan)