Pesawat N250 Gatotkaca, Dipuji Dunia Namun Berakhir di Museum

Ilustrasi Pesawat Terbang karya anak bangsa, N-250 Gatotkaca. (Sumber gambar: detik news)

Suara Jelata – Masih ingat dengan pesawat N250 Gatotkaca? Merupakan pesawat pertama yang diproduksi Republik Indonesia.

Pesawat ini dibuat oleh B.J. Habibie (Mantan Presiden ke-3 RI). Pria kelahiran asal Parepare, Sulawesi Selatan yang juga dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

Habibie mengawali kuliahnya di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (saat ini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung) pada 1954, kemudian mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliah di Rhein Westfalen Aachen Technisce Hochschule (RWTH) Jerman dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang (Teknik Penerbangan).

Setelah lulus, Habibie bekerja di sebuah industri kereta api Firma Talbot di Jerman sambil melanjutkan studi doktornya dan pada 1965-1969, Habibie bekerja di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Karena kehebatan yang ia miliki, membawanya dipercaya sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Analisis Struktur Pesawat Terbang.

Dari kejeniusannya itulah, tak heran kalau ia dipanggil oleh negara dan dipercaya bisa membuat pesawat pertama bagi Indonesia yang saat ini dikenal dengan nama N250 Gatotkaca.

Pesawat N250 Gatotkaca merupakan pesawat penumpang sipil (airliner) yang dirancang oleh PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), (Sekarang PT Dirgantara Indonesia). Pesawat tersebut dibangun tujuannya tak lain agar Indonesia yang secara geografis berupa kepulauan, bisa terkoneksi lewat udara.

Penamaan kode N di pesawat tersebut berarti Nusantara yang berarti bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia. Sementara Nama Gatotkaca yang disematkan pada pesawat tersebut diberikan oleh Soeharto (Presiden ke-2 RI). Gatotkaca sendiri merupakan tokoh pahlawan dalam mitologi Jawa yang memiliki kesaktian tubuh yang kuat dan bisa terbang.

Pesawat N250 Gatotkaca ini adalah satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mengunakan fly by wire dengan jam terbang 900 jam. Kecepatan maksimalnya bisa mencapai 610 km per jam dan mampu beroperasi di ketinggian 24 ribu kaki (7.620 meter) dengan daya jelajah sejauh 1.480 km dan mampu membawa penumpang 50 orang.

Baru pada Agustus 1996, Peswat N250 Gatotkaca berhasil dilakukan uji coba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Kesuksesan lahirnya hingga uji coba Pesawat N250 Gatotkaca berhasil mendapat pujian dunia.

Bagaimana tidak, uji coba penerbangan terbukti sukses karena tidak mengalami dutch roll (istilah penerbangan untuk pesawat yang oleng) berlebihan dan ini membuktikan bahwa teknologi pesawat tersebut terbukti sangat canggih.

Namun sangat disayangkan, 3 tahun setelah penerbangan perdananya, ‘keperkasaan’ pesawat N250 itu harus terhenti disaat Indonesia diterpa krisis moneter pada 1998 yang mengharuskan proyek pesawat N250 dihentikan karena negara diguncang krisis ekonomi.

Kini Pesawat buatan anak bangsa, N-250 Gatotkaca hanya menjadi pajangan koleksi Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Grup Telegram "suarajelata.com News Update", caranya klik link https://t.me/suarajelatacomupdate, kemudian join.

Penulis: Andika Putra

Tetap terhubung dengan kami: