Pemilu 2024, Kendal Masuk Kategori Kerawanan Tinggi

Berita | DAERAH | POLITIK

KENDAL JATENG, Suara Jelata Hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 telah resmi dirilis oleh Bawaslu RI, pada Minggu tanggal 18 Desember 2022, di Redtop Hotel, Jakarta. Dalam indeks kerawanan tersebut Kabupaten Kendal masuk kategori kerawanan tinggi.

Pengumpulan data dalam penyusunan IKP dimulai sejak bulan Oktober hingga November 2022 berdasarkan data dari Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota.

Ada empat dimensi untuk mengukur IKP Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Dimensi penyelenggaraan pemilu menjadi dimensi paling tinggi dibandingkan dimensi konteks sosial politik, dimensi kontestasi, dan dimensi partisipasi politik, dalam mempengaruhi terjadinya kerawanan pemilu.

Kontribusi dimensi penyelenggaraan pemilu yang lebih besar peluangnya melahirkan kerawanan di pemilu. Tidak saja terlihat di IKP Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 di tingkat provinsi, namun juga terekam di tingkat kabupaten/kota.

Di tingkat kabupaten/kota, IKP Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 merekam ada 85 kabupaten/kota (16,54 persen) yang masuk kategori kerawanan tinggi.

Kemudian ada 349 kabupaten/kota (67,90 persen) yang masuk kategori kerawanan sedang, dan terdapat 80 kabupaten/kota (15,56 persen) yang masuk kategori kerawanan rendah.

Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Kabupaten Kendal masuk kategori kerawanan tinggi dengan masuk peringkat ke-64.

Di Provinsi Jawa Tengah sendiri terdapat enam Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam kategori kerawanan tinggi. Yaitu Kota Semarang dengan skor IKP 73,26, Kabupaten Sukoharjo dengan skor IKP 70,20, Kabupaten Temanggung dengan skor IKP 59,05. Kemudian Kabupaten Wonosobo dengan skor 58,35, Kabupaten Magelang dengan skor IKP 54,25, dan Kabupaten Kendal dengan skor IKP 53,25.

Untuk menekan angka kerawanan pemilu, terdapat sejumlah isu strategis yang harus menjadi perhatian bersama. Terutama oleh penyelenggara pemilu agar proses pelaksanaan pemilihan umum 2024 yang lebih terbuka, jujur, dan adil.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kendal Achmad Ghozali, pada Rabu (20/12/2022) di Kendal menyampaikan, walaupun Kendal bukan juara umum dengan predikat kerawanan tinggi, namun Kendal harus gencar menekan angka kerawanan pemilu.

“Bawaslu Kendal tengah menyiapkan isu-isu strategis seperti netralitas penyelenggara Pemilu, kondusivitas dukungan masyarakat selama tahapan Pemilu. Serta intensitas penggunaan media sosial, dan masih banyak aspek yang harus di perhatikan lagi,” ujar Ghozali. (Rozim)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.