DAERAHPeristiwa

Teror Binatang Buas, Puluhan Ekor Hewan Ternak di Salem Ditemukan Mati Mengenaskan

×

Teror Binatang Buas, Puluhan Ekor Hewan Ternak di Salem Ditemukan Mati Mengenaskan

Sebarkan artikel ini

BREBES JATENG, Suara Jelata Warga masyarakat Kecamatan Salem dibuat resah dengan diketemukannya puluhan kambing dan Kelinci milik warga kedapatan mati di sekitar kandang. Bahkan ada yang tinggal tulang belulang dan hanya tinggal kepala dan luka-luka bekas gigitan, diduga binatang ternak tersebut diserang binatang buas.

 

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi sejak bulan juli 2023 lalu yakni di empat desa yaitu Desa Gunung Tajam, Indrajaya, Windu Sakti dan desa Tembong Raja kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.

 

Menurut keterangan Kepala Desa Windusakti pada, Senin (31/7/ 2023) sedikitnya 4 ekor kambing milik warganya mati akibat gigitan binatang liar sementara di desa Indrajaya 4 ekor kambing.

Hal serupa juga dilaporkan oleh Kepala Desa Gunung Tajam, Tarwan bahwa 6 ekor kambing milik warganya mati mengenaskan.

“Ada yang tinggal tulang belulang hanya di sisakan kepalanya,” kata Tarwan.

 

Selain dua desa tersebut, hal serupa juga terjadi di Desa Tembongraja. Pj. kepala Desa Suka S.IP telah melaporkan kepada Kasie Trantibum Salem,. Bahwa sebanyak 21 ekor kambing milik warga mati dengan luka cabikan dan 24 ekor kelinci kedapatan juga mati dengan kondisi yang sama.

 

“Ada bekas gigitan binatang dan sisa yang kemungkinan di makan, ” tuturnya, Rabu (5/9).

 

Sementara, di Desa Indrajaya dilaporkan 3 ekor kambing milik warga mengalami nasib serupa, jadi diketahui. Dari empat desa di Kecamatan Salem terhitung total sudah 29 ekor Kambing dan 24 ekor Kelinci menjadi korban.

 

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Salem Dinas Peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Brebes, Subekti menyampaikan. Bahwa adanya kejadian tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Peternakan dan kesehatan hewan (DPKH) Kabupaten Brebes Pada Senin kemarin dan pihak Dinas menghimbau kepada warga masyarakat pemilik ternak agar melakukan ronda.

 

“Untuk mengantisipasi serangan binatang yang diduga Anjing liar, diharap warga masyarakat melakukan ronda di tempat-tempat hewan ternak di kandang,” kata Subekti.

 

Dia juga menyampaikan, agar warga meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa tersebut tak terulang lagi.

 

“Jangan sampai gigitan anjing liar terjadi pada manusia, mengingat wilayah Kecamatan Salem berbatasan dengan Jawa Barat yang duga belum bebas rabies,” katanya.

 

“Kalau hewan yang digigit anjing liar tidak boleh di konsumsi dagingnya, jika mati sebaiknya dikubur saja, misal hewan masih hidup kami akan melakukan pengobatan.” tuturnya.

 

Adapun, data kambing dan Kelinci yang mati dan luka-luka akibat diserang binatang liar yaitu di Desa Windusakti sejumlah 5 ekor kambing. Desa Tembong Raja 17 ekor kambing dan 24 Kelinci. Desa Gunung Tajam 7 ekor kambing, Desa Indrajaya 3 ekor kambing. (Olam)