DAERAH

Soal Pemindahan PKL Alun-Alun Brebes ke Karangbirahi, Ketua YBI Nilai Tidak Efisien

×

Soal Pemindahan PKL Alun-Alun Brebes ke Karangbirahi, Ketua YBI Nilai Tidak Efisien

Sebarkan artikel ini

BREBES JATENG, Suara Jelata Mengingat kondisi penataan ruang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang di posisikan di depan Stadion Karang Birahi, Ketua Yayasan Buser Indonesia (YBI) Brebes, Oping Maryono, menyebut hal itu tidak efisien dan sangat memprihatinkan.

 

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Dengan kondisi omset yang di dapat oleh PKL untuk itu kami berharap ada solusi yang terbaik dan berkelanjutan ke depannya supaya tertata rapih dan bisa menunjang program UMKM,” kata Oping, di Sekrtetariat YBI yang beralamat di Kembang Baru Kecamatan Brebes pada, Selasa (19/9/2023).

 

Oleh sebab itu, pihaknya mempunyai gagasan dan usulan yakni, dibangunnya alun-alun mini yang kemungkinan besar bisa di alokasikan di Islamic Centre, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Adapun lahan yang bisa diberdayakan terletak di depan Islamic Centre, disitu ada sekolahan yang tidak berfungsi dan status tanahnya milik Pemda,” katanya.

 

Untuk jangka panjang, lanjut dia, seyogyanya PKL yang sudah terdata lewat paguyuban pedagang sepatutnya bisa mendapatkan sarana dan prasarana dari Pemkab Brebes supaya bisa lebih tertata dan terkesan rapih.

 

Sedangkan, kata Oping, terkait pembuatan Alun-Alun mini dan sarana pedagang bisa di ambil melalui sponsor masing-masing perusahaan.

 

“Anggaran pembangunan bisa diambil melalui CSR perusahaan, demikian usulan kami semoga bisa di pertimbangkan demi keindahan brebes yang berslogan Berhias,” ujarnya.

 

Terkait usulan tersebut, Oping mengaku sudah mengajukan kepada Pj Bupati Brebes, Urip Sihabudin, melalui saluran whatsaApp.

 

Di sisi lain, SL (50) salah seorang PKL yang sedari dulu mangkal di Alun-Alun yang juga turut pindah sangat menyayangkan hal itu. Karena, sejak dipindahkannya di halaman Stadion Karangbirahi, omset jualannya menurun drastis.

 

“Jualan di Karangbirahi sepi beda jauh dengan waktu di Alun-Alun, mungkin karena di dini lokasinya kurang strategis. Beda dengan di Alun-Alun banyak orang luar kota yang mampir,” ujarnya.

 

Senada disampaikan juga oleh SG juru parkir area tersebut. Dikatakannya, dari hari ke hari sejumlah pedagang gulung tikar lantaran memang sepi pengunjung.

 

“Hal itu berimbas juga dengan parkiran, berbeda ketika saya jaga parkir di Alun-Alun. Contohnya, saat malam minggu kemarin omset parkiran hanya 24 ribu, padahal sebelumnya waktu di Alun-Alun bisa mencapai 80 ribu khususnya di malam minggu,” katanya. (Olam)