MAGELANG JATENG, Suara Jelata – Tanaman vanili dari Wilayah Dusun Temanggal Desa Bumirejo Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang ternyata berkualitas ekspor. Emas hijau yang ditanam petani di wilayah lereng Gunung Sumbing ini memiliki harga jual cukup tinggi di pasaran.
Mengingat tingginya harga pasaran dan kualitas komoditas pertanian ini, para petani harus menjaga tanaman polong itu selama dua puluh empat jam. Hal itu dilakukan agar hasil panen tanaman penyedap alami makanan itu bisa maksimal.
Seperti diceritakan salah seorang petani vanili dari Dusun Temanggal, Labib, bahwa tanaman vanili ini masih langka. Banyak orang yang belum mengetahui tentang vanili ini atau yang mebudidayakan secara massal.
Hal itu karena bertani vanili membutuhkan ketekunan, dan menuntut kejelian dalam proses penyerbukannya yang harus dibantu manusia.
“Sekitar 75 pohon vanili awalnya. Yang diperbanyak mulai panen ada yang sudah dua kali panen,” kata Labib ditemui Minggu (05/11/2023).
Menurut Labib, dengan perawatan maksimal tanaman vanili akan selalu produktif menghasilkan buah vanili yang siap panen setiap tahunnya. Saat ini periode Oktober hingga November tanaman vanili di lereng Gunung Sumbing tengah memasuki musim bunga. Fase itu para petani harus bekerja ekstra membuka kelopaknya dan memisahkan serbuk sarinya satu persatu, dan mengawinkannya.
Labib menambahkan, memang sempat tersiar kabar hasil panenan saat musim kemarau harga vanili sangat rendah di kisaran Rp 30.000 per kilogramnya. Namun nantinya harga tersebut akan berubah seiring dengan hasil panen yang melimpah.
“Penyebabnya kurang tahu. Tapi ini nanti kalau sudah tua, beda harganya, lebih mahal sekitar enam bulan lagi panennya,” ujarnya.
Lahan vanili milik Labib merupakan pekarangan rumah yang luasnya tidak cukup. Namun dari tanaman vanili ini selain menghasilkan keuntungan yang tinggi juga memiliki dampak positif bagi orang lain. Salah satunya, rambatan tanaman vanili digunakan pohon Kleresede yang daunnya berprotein tinggi biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak.
Labib mengaku belajar menanam vanili dari platform tayangan media sosial. Terkait harga jual vanili kering lebih mahal dari yang basah. Vanili kering berwarna hitam dan memiliki aroma wangi, sedangkan yang masih basah warnanya hijau tidak beraroma.
“Ya cuma ini lahan kosong ya. Awalnya liat di Youtube masalah vanili. Hasilnya menjanjikan sekali,” tutur Labib.
Diketahui, tanaman suku anggrek-anggrekan ini memiliki julukan emas hijau, karena tanaman vanili (vanilia planifolia) langka keberadaanya atau jarang ditanam massal oleh petani. Sehingga menjadi komoditas dengan harga yang cukup mahal, bahkan saat ini menembus harga Rp 150.000 – Rp 500.000 per kilogramnya. (Nar)