Gerakan Literasi untuk Lansia

DAERAH | Opini

Suara Jelata Gerakan Literasi yang sangat gencar dikampanyekan beberapa tahun belakangan ini sangat masif dilakukan oleh berbagai pihak dari pemerintah, Perguruan tinggi, Sekolah bahkan komunitas Literasi masyarakat tidak kalah gencarnya. Gerakan Literasi itu menyasar mulai dari dewasa, mahasiswa sampai anak-anak.

Secara khusus Kemdikbud dikiti memiliki instrumen khusus untuk mengevaluasi kinerja Literasi sekolah dengan memotret melalui raport pendidikan. Adapun hal yang dipotret adalah Literasi dasar yaitu baca tulis dan pemahaman angka atau numerasi.

Sementara kementerian dan orangnisasi mitra pemerintah menyisir kampanye Literasi digital dengan objek sebagian besar usia produktif.

Sementara ada gap usia yang belum optimal disentuh untuk kampanye gerakan Literasi yaitu para lansia produktif. Padahal lansia produktif merupakan segmen yang cukup baik untuk diintervensi atau mendapat perhatian khusus dalam gerakan Literasi. Disamping waktu yang cukup longgar dari aktivitas berat.

Manfaat Membaca untuk Orang Dewasa dan Lansia.

Beda usia, beda pula manfaat membaca yang bisa diperoleh. Jika manfaat membaca untuk anak adalah untuk mendukung tumbuh kembangnya, untuk orang dewasa dan lansia membaca bisa memperbaiki daya ingat.

Seiring bertambahnya usia, daya ingat seseorang bisa saja menurun. Daya ingat yang semakin menurun membuat lansia tidak bisa lagi hidup mandiri, sehingga butuh bantuan dari orang lain.

Selain itu, masih banyak manfaat membaca bagi orang dewasa dan lansia, antara lain:

1. Menguatkan dan menjaga kesehatan otak.

Membaca bagaikan olahraga untuk otak. Melalui membaca, Anda bisa mendalami karakter dan membayangkan beragam kondisi atau situasi. Hal ini merupakan salah satu tantangan yang baik untuk kesehatan otak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa membaca melibatkan jaringan dan sinyal yang kompleks di otak. Jika sering membaca, jaringan dan sinyal ini akan menjadi lebih kuat. Membaca juga bisa meminimalkan risiko terkena demensia pada lansia.

2. Meningkatkan rasa empati.

Penelitian menunjukkan bahwa salah satu manfaat membaca adalah mampu membantu pembaca memahami perasaan orang lain. Hal ini karena banyak bacaan, terutama cerita fiksi, yang mengeksplorasi kehidupan karakternya.

Memahami perasaan orang lain atau berempati ini merupakan keterampilan yang penting untuk membangun dan memelihara hubungan sosial.

3. Memberikan umur panjang.

Manfaat membaca buku yang lainnya ialah memberikan umur yang lebih panjang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang membaca selama 3,5 jam per minggu memiliki kemungkinan hidup yang lebih panjang dibandingkan orang yang tidak membaca buku sama sekali.

Membaca buku juga sangat baik untuk mengurangi stres, meringankan gejala depresi, dan membantu Anda beristirahat lebih nyenyak di malam hari.

Selain beberapa manfaat membaca di atas, orang yang tumbuh di rumah dan memiliki banyak buku lebih mungkin untuk mencapai pendidikan tinggi, memperoleh pendapatan yang lebih besar, dan memiliki fungsi kognitif yang baik di masa depan.

Bagaimanapun membaca itu baik tak mengenal usia. Sejak usia anak anak hingga lansia, karena dalam Islam membaca merupakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW lewat malaikat Jibril dengan “IQRO”. Membaca dapat meningkatkan derajat kualitas hidup umat manusia meningkatkan daya saing berbangsa dan bernegara. SALAM LITERASI.

Oleh: Kustoro WHY, S.IP
Ketua Forum TBM Kabupaten Brebes

Referensi: https://perpustakaan.bsn.go.id

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.