KOTA TERNATE MALUT, Suara Jelata – SMA Alkhairaat Ternate menggelar Graduation Ceremony atau Pengukuhan Kelulusan Tahun Pelajaran 2024-2025 dan pelepasan siswa, Senin (26/05/2025). Kegiatan tersebut diikuti 11 siswa-siswi peserta didik Kelas Umaroh atau Kelas 12 Mipa.
Graduation Ceremony tersebut dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, H. Yusuf Mile. Dalam sambutannya pihaknya berpesan kepada seluruh peserta didik untuk terus belajar mengasah kemampuan dengan melakukan berbagai hal positif.
Diwawancarai awak suarajelata.com, Selasa (27/05/2025), Kepala SMA Alkhairaat Ternate, Nadra Alkatiri, S.Pd., M.Pd. mengatakan, Kelas Umaroh adalah kelas unggulan yang diprioritaskan untuk siswa atau peserta didik yang dinyatakan unggul setelah melalui tahapan seleksi membaca Al-Qur’an.
“Kami mengawali seleksi membaca Qur’an peserta didik di Kelas 10. Jika peserta didik tersebut memiliki skill membaca Qur’an sesuai kaidah bacaan yang benar, maka selanjutnya peserta didik tersebut kami kelompokan mereka pada Kelas Umaroh,” ujar Nadra.
Menurut Nadra, di Kelas Umaroh ini terdapat 5 Mata pelajaran (Mapel) Agama meliputi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Da’i, Fikih dan Tilawah.
Dijelaskan, pembelajaran 5 Mapel tersebut dipisah dengan kelas reguler. Terkait jadwal pembelajaran, 5 Mapel tersebut diajarkan full pada setiap hari Senin dan Rabu. Selain dua hari tersebut, Mapel yang diajarkan adalah Mapel umum.
“SMA Alkhairaat Ternate dalam proses pembelajaran menggunakan 3 kurikulum yakni, Kurikulum Nasional (Kurnas), Kurikulum Kealkhairatan atau Kurikulum Yayasan dan Hiden Kurikulum atau Kurikulum Tersembunyi. Kurikulum yang ketiga inilah yang dipakai di Kelas Umaroh,” terang Nadra.
Terkait output kelulusan peserta didik Kelas Umaroh, Nadra mengungkapkan, mereka nantinya disiapkan untuk mampu mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan selagi menempuh pendidikan di kelas tersebut. Bekal ilmu pengetahuan para output lulusan ini dapat diterapkan pada lingkungan masyarakat bahkan juga di lingkungan kampus saat menjalani proses perkuliahan.
“Ada Mapel Fiqih dan Ilmu Sosial Kemasyarakatan. Dengan basis pengetahuan dari disiplin ilmu tersebut, mereka nantinya bisa mengimplementasikan dalam lingkungan masyarakat lokal yang inheren dengan kearifan lokalnya. Contoh, pembacaan tahlilan saat menjelang tibanya bulan Ramadhan. Ini sebuah tradisi lokal masyarakat Ternate yang secara faktual mengalami pergeseran karena tidak terlestari oleh karena budaya generasi kontemporer,” urai Nadra.
Dengan demikian, dasar pikir pembelajaran terkait Mapel tersebut adalah dengan mencermati kondisi riil kawula muda saat ini yang memiliki kecenderungan pada budaya kontemporer produk globalisasi.
Basis pengetahuan peserta didik seperti ini akan mewujud pada sebuah kemandirian di lingkungan masyarakat pasca menempuh pendidikan. Mereka para output lulusan juga memiliki komitmen kuat dalam membumikan nilai agama, mampu beradaptasi dengan masyarakat, memiliki sikap kemandirian dan memiliki tanggung jawab.
Untuk Kelas 12 ada masa pengabdian masyarakat. Mereka para siswa peserta didik dari Kelas Umaroh diterjunkan ke masyarakat untuk melakukan serangkaian program selama 3 hari. Programnya berupa mengajarkan ngaji pada anak-anak, mengadakan lomba hafalan surah pendek dan doa-doa pendek. Pada konteks ini Kelas Umaroh Tahun Pelajaran 2024-2025 telah melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Pacey, Ternate Utara.
Disebutkan Nadra, Kelas Umaroh atau kelas unggulan saat ini adalah kelas angkatan ke-2 Tahun pelajaran 2024-2025. Sebelumnya pada Tahun pelajaran 2023-2024 telah terbentuk angkatan pertama, namun jumlah peserta didiknya belum begitu signifikan.
Dengan demikian gelaran Graduation Ceremony saat itu belum dapat terlaksana. Acara ini baru dapat digelar pada angkatan ke-2 Tahun Pelajaran 2024-2025, Senin (26/05/2025) kemarin.
“Alhamdulillah, di angkatan ke-2 ini ada dua siswa yang berhasil hafalan Qur’an 16 juz dan 10 juz. Salah satu siswa tersebut adalah sebagai peserta STQ 2025 yang berlangsung di Halmahera Tengah. Siswa tersebut juga saat ini tercatat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Mesir, Mekah dan Madinah,” tutup Nandra. (Ateng)