Makassar, Suara Jelata – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi strategi inisiatif nasional untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat.
Hal ini ditandai dengan kehadiran Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab. Sinjai, Andi Irwansyahrani Yusuf, dalam acara Penyuluhan Keamanan Pangan di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada Kamis (28/8/2025).
Acara yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI ini dihadiri oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, dan para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.
Dalam berbagai hal, Taruna Ikrar menekankan pentingnya pengawasan gizi untuk memastikan masyarakat mengonsumsi makanan dan obat yang aman serta berfungsi efektif dalam menjaga daya tahan tubuh, terutama dalam upaya pencegahan stunting menuju Indonesia Emas.
”Peningkatan pengawasan BPOM RI adalah salah satu cara untuk mendukung visi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan. Hal ini dilakukan dengan mempererat sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah,” ujar Taruna Ikrar.
Senada dengan itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa penyuluhan keamanan pangan merupakan bagian dari upaya kolaboratif Pemprov Sulsel dan BPOM RI untuk mendukung Program MBG. Menurutnya, pangan bagi manusia tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman dan berkualitas.
”Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang nutrisi, tapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi aman, sehat, dan sesuai standar. Terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan, kebersihan dan sanitasi lingkungan harus selalu dijaga,” jelas Gubernur.
Gubernur juga menyoroti peran penting petugas penjamah makanan sebagai garda terdepan yang bertanggung jawab atas kualitas dan keamanan pangan. Hingga 14 Juli 2025, tercatat 1.243 orang penjamah makanan—setara 49,6% dari total 2.506 orang—telah dibor di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Sulsel. Pelatihan ini akan terus berlanjut hingga semua penjamah makanan memenuhi standar yang ditetapkan.
Mewakili Bupati Sinjai, Andi Irwansyahrani Yusuf mengapresiasi keterlibatan BPOM RI dalam program strategis nasional ini. Kehadiran BPOM sangat penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat, terutama anak sekolah, aman, berkualitas, dan memenuhi standar gizi. Hal ini penting untuk melindungi masyarakat dari keracunan makanan dan risiko kesehatan lainnya.
”Dengan adanya Program Utama Presiden RI tentang Makanan Bergizi Gratis, peran BPOM RI tentu sangat diperlukan sebagai pengawas utama nilai gizi dan kualitas makanan yang dikonsumsi para pelajar.Khususnya di Kabupaten Sinjai, program ini akan segera diberlakukan, dan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Daerah untuk terus berpartisipasi menyukseskan Program Nasional ini,” kata Andi Irwansyahrani.
Acara ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada beberapa kepala daerah atas realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berkinerja baik. Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BPOM RI dengan Gubernur Sulawesi Selatan.
Turut mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sinjai, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Hukum, dan Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab. Sinjai.