Sinjai, Suara Jelata—Kapolres Sinjai, AKBP. Harry Azhar membantah adanya pemukulan saat pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Sinjai. Senin, (1/9/2025) kemarin.
“Tidak ada pemukulan, itu hoax,” kata Kapolres Sinjai saat dihubungi media ini.
Dia mengatakan saat itu menenangkan mahasiswa agar jangan sampai bertindak anarkis.
“Kita kawal aksi penyampaian aspirasi tentunya dengan humanis,” bebernya.
Menurut perwira menengah di kepolisian ini dirinya hanya masuk di tegah barisan masa aksi untuk memenangkan.
“Saya masuk ke barisan depan untuk memenangkan tensi aksi unjuk rasa yang memanas,” katanya.
Sebuah video diduga sosok Kapolres Sinjai memukul peserta demonstrasi beredar
Peristiwa itu terjadi saat aksi besar besaran ratusan mahasiswa dan pemuda di Gedung DPRD Sinjai, Senin (1/9/2025) kemarin.
Alumni Akpol 2003 ini awalnya berada di teras gedung DPRD Sinjai memantau jalannya aksi.
Tensi demonstrasi kemudian memanas dan terjadi kericuhan.
Massa aksi dan personel pengamanan saling dorong.
Personel gabungan berhasil memukul mundur massa aksi.
Demonstrasi ini berakhir pukul 18:30 wita.
Diketahui kericuhan bermula saat massa aksi ingin masuk ke Gedung DPRD Sinjai namun dihalang oleh aparat.
Sebanyak 422 aparat gabungan mengawal aksi unjuk rasa yang membawa beberapa tuntutan ini.
Massa mendesak Pemkab Sinjai untuk menurunkan tarif PBB-P2 dan hapuskan tunjangan DPR.











