BREBES JATENG, Suara Jelata – Pemerintah Kabupaten Brebes mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan kondisi jalan rusak sebagai bagian dari persiapan perencanaan anggaran tahun 2026.
Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa pelaporan dari warga sangat penting agar pembangunan infrastruktur benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh gotong royong, partisipasi aktif masyarakat, agar perbaikan jalan kabupaten tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Paramitha saat dihubungi wartawan, Kamis (9/10/2025).
Bupati Brebes membuka kanal pelaporan publik melalui pesan langsung (DM) ke akun Instagram resmi @kusumawidyaparamitha dan akun Facebook resmi @paramithawidyakusuma.
Warga diminta mengirimkan foto atau video jalan rusak, lengkap dengan nama jalan, desa, dan kecamatan, serta tingkat kerusakan (rusak berat atau rusak sedang).
Langkah ini merupakan bagian dari gerakan “BREBES BERES” yang menekankan pembangunan berbasis aspirasi warga.
Paramitha menyebut bahwa data dari masyarakat akan menjadi dasar dalam menyusun prioritas pembangunan infrastruktur tahun depan.
Sebelumnya, sempat ada aksi swadaya warga Desa Tembongraja, Kecamatan Salem, memperbaiki jalan rusak.
Meski proyek peningkatan ruas Salem–Tembongraja sudah dianggarkan sejak Maret 2025, warga tetap bergerak.
“Jalan ini sudah masuk APBD sejak Maret, kontrak ditandatangani Agustus, dan pekerjaan fisik sedang berjalan. Tapi saya sangat menghargai semangat warga yang memilih bergerak,” kata Paramitha saat meninjau lokasi, Jumat (26/9/2025).
Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut mencapai Rp700 juta, terdiri dari Rp500 juta untuk peningkatan dan Rp200 juta untuk pemeliharaan.
Pemkab juga merencanakan penambahan anggaran hingga Rp2 miliar pada 2026 agar penanganan ruas tersebut lebih menyeluruh.
Paramitha menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal tampil di panggung, melainkan hadir di lapangan, menjelaskan proses, dan membawa solusi.
Ia juga menyerahkan 300 paket sembako kepada warga melalui Program Wardoyo sebagai bentuk kehadiran nyata pemerintah.
Dengan semangat gotong-royong dan pelibatan publik, Pemkab Brebes berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan sesuai harapan masyarakat. (Olam).















