BeritaDAERAHPENDIDIKAN

Banjir Bandang Sebabkan Kondisi Darurat Pendidikan di Weda Tengah

×

Banjir Bandang Sebabkan Kondisi Darurat Pendidikan di Weda Tengah

Sebarkan artikel ini
Salah satu sekolah di Kecamatan Weda, Hamahera Tengah yang terendam banjir. (foto: Ihsan/Ateng)

HALMAHERA TENGAH MALUT, Suara Jelata Pasca musibah banjir bandang di wilayah Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah aktivitas kegiatan belajar mengajar lumpuh total. Akibat dari musibah ini, para generasi pelajar di wilayah tersebut harus menanggung dampaknya.

Banjir bandang yang disebabkan meluapnya sungai Kobe telah menghanyutkan peralatan dan perlengkapan sekolah, seragam, buku, sepatu dan tas. Semuanya hilang terbawa banjir. Aktivitas pembelajaran anak-anak di sekolah yang sebelum musibah terlihat penuh semangat, kini terpaksa berhenti karena kondisi yang mengkhawatirkan tersebut.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Saat banjir melanda, anak-anak kami cemas dan ketakutan memikirkan keselamatan diri dan keluarga. Banjir melumpuhkan semangat kami, meredam seluruh fasilitas umum termasuk sekolah anak-anak kami,” tutur seorang warga terdampak banjir.

Para guru di depan sekolah tempat mereka mengajar yang dilanca banjir. (foto: Ihsan/Ateng)

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah seperti dilansir awak suarajelata.com dari BPMP Maluku Utara menyebutkan sejumlah sekolah jenjang TK hingga SMA/SMK yang masuk kategori darurat adalah sebagai berikut:

TK Lukolamo Indah (NPSN 70039340)
Paud Melati (NPSN 69957234)
SD Negeri Woejerana (NPSN 69774803)
SD Inpres Kubekulo (NPSN 60200167)
SD Negeri SP3 Kubekulo (NPSN 6022000201)
SD Negeri SP4 Kubekulo (NPSN 60202577)
SD Negeri Lukolamo (NPSN 60200164)
SMP Negeri 13 Halmahera Tengah (NPSN 60201136)
SMK Negeri 2 Halteng (NPSN 60202472)
SMAS Insan Kharisma (NPSN 70032101)

Kecamatan Weda Utara:
SD Negeri SP1 Trans Waleh (NPSN 60202580)
SD Negeri SP2 Trans Waleh (NPSN 69786645)
SMP Negeri 24 Halmahera Tengah (NPSN 60202573)
SMA Negeri 7 Halmahera Tengah (NPSN 60201146)

Mewakili BPMP Maluku Utara, Widya Prada Ahli Madya BPMP Maluku Utara, Ihsan tak lupa menyerukan perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di Halmahera Tengah, khususnya PT IWIP dan Pemda Halmahera Tengah untuk mengambil tindakan nyata antara lain:

  1. Segera bangun tanggul dan sistim drainase yang memadai untuk mencegah banjir dimasa datang.
  2. Pindahkan sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan ke lokasi yang lebih aman
  3. Berikan kembali seragam, buku, sepatu dan tas agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan
  4. Menyiapkan ruang belajar sementara di lokasi-lokasi yang aman seperti Balai desa, mesjid atau tenda darurat
  5. Menyediakan fasilitas belajar online jika memungkinkan untuk menjaga kontinuitas pembelajaran
  6. Pasang sistem peringatan dini banjir di sekitar sekolah demi keselamatan
  7. Bantu pulihkan dari trauma dengan layanan konseling

Menurut Ihsan, PT IWIP sebagai perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Halmahera Tengah memiliki tanggungjawab sosial untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan komunitas lokal.

“Kami berharap untuk tidak hanya fokus pada keuntungan tapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan,” ujarnya.

“Bupati dan seluruh jajarannya, kami mohon untuk bertindak cepat dan tegas. Alokasikan dana darurat, koordinasikan bantuan dan pastikan bahwa anak-anak sebagai generasi muda yang penuh harapan tidak kehilangan masa depannya,” tutupnya. (Ateng)