BeritaDAERAHPROFIL

Kelurahan Salero Hasilkan Produk Olahan Berbahan Baku Sampah

×

Kelurahan Salero Hasilkan Produk Olahan Berbahan Baku Sampah

Sebarkan artikel ini
Proses pemilahan sampah oleh Kader Pilah Sampah Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (03/12/2024). (foto: Ateng)

KOTA TERNATE MALUT, Suara Jelata Membangun kesadaran masyarakat terkait sampah tidaklah semudah seperti membalik telapak tangan. Ke arah itu sangat dibutuhkan adanya komitmen, kerja keras dan perlunya inovasi terbarukan dengan melibatkan masyarakat. Demikian disampaikan Kalsum, S.Pi, Lurah Salero, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (03/12/2024).

Selanjutnya sebagai wujud komitmen, kerja keras, kerja cerdas dan inovasi, telah dilakukan edukasi dan sosialisasi penanganan sampah, pemilahan sampah hingga pengolahan atau pemanfaatan sampah. Produk yang dihasilkan dari sampah organik maupun anorganik berupa kursi sofa, tas belanjaan, tempat tisu dan kompos.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Tak sebatas itu, dalam rangka pengurangan penggunaan sampah plastik di rumah tangga, dibuka Toko Refi yang menjual sabun cair. Sabun tersebut tidak lagi dikemas dalam bungkusan plastik. Jika ada yang membeli, tinggal dibawakan wadah dari rumah kemudian wadah tersebut diisikan sabun cair.

Kader Pilah Sampah Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (03/12/2024). (foto: Ateng)

Diwawancarai awak suarajelata.com, Kalsum mengatakan, untuk merealisasikan program penanganan sampah hingga pemilahan dan pemanfaatan sampah, pihaknya membentuk Kader Pilah Sampah sekaligus Kader Ramah Lingkungan. Tugas mereka adalah melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga. Selain itu, kader ini juga berperan penting dalam pemanfaatan pengelolaan sampah menjadi produk olahan.

“Pada 18 November 2024 kemarin, kami bergiat dalam program Pilah sampah yang berlangsung sore hingga malam. Program ini dihadiri Kader Ramah Lingkungan Kelurahan Salero, Tim Eccoton dari Gresik juga Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate. Kami diberi pengetahuan terkait jenis-jenis sampah yang terbagi menjadi  27 jenis,” ungkap Kalsum.

“Sebagai Lurah, saya juga ikut terlibat secara aktif baik dalam program sosialisasi edukasi maupun penanganan sampah hingga pengolahan sampah menjadi produk olahan,” sambungnya.

Dengan senantiasa meng-update perkembangan informasi melalui media sosial terkait sampah dan kebermanfaatannya, menurut Lurah Salero ini, hal tersebut turut memboboti pengetahuan sekaligus menunjang inovasi program yang dibuat.

“Sampah adalah permasalahan yang terbilang rumit dan komplek. Penanganannya juga serba rumit. Olehnya itu sebagai aparat kelurahan, kami intens melakukan sosialisasi dan edukasi. Tujuannya adalah merubah mindset masyarakat yang selama ini menganggap sampah adalah sesuatu kotor dan tidak bermanfaat,” imbuhnya.

Artinya sampah perlu diangkut dan tidak dibiarkan membusuk karena berefek menimbulkan masalah baru. Namun tidak sebatas itu, sampah ternyata turut memberi berkah secara ekonomis apabila dikelola dengan prinsip-prinsip pengetahuan dan inovasi.

“Alhamdulillah, dengan kerja keras dan kerja cerdas kami telah menghasilkan produk berupa kursi sofa, tas belanjaan, tempat tisu yang berbahan baku penutup botol mineral (sampah anorganik). Untuk sampah organik telah dihasilkan kompos sebagai penyubur tanaman,” tukasnya.

Untuk produk kursi sofa telah diminati oleh konsumen dengan harga jual yang terjangkau. Menurut Kalsum, bagi peminat atau konsumen yang punya ketertarikan untuk memiliki buah karya masyarakat Salero, silahkan berhubungan dengan pihak kelurahan.

“Produk kursi sofa tersebut dijamin berkualitas, nyaman dan empuk. Harganya juga terjangkau,” tandas Lurah Salero, Kalsum.

Sekedar informasi, produk kursi sofa tersebut dihasilkan oleh Kader Pilah Sampah Kelurahan Salero. Produk tersebut berbahan baku botol air mineral bekas. Satu buah kursi membutuhkan 19 botol bekas. Masing-masing botol diisi sampah plastik berupa sachet sebanyak 350 gram. (Ateng)