KEPULAUAN SULA MALUT, Suara Jelata – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Daerah Pemilihan (Dapil) II, Amanah Upara pada Masa Sidang I Tahun 2024 melaksanakan Reses di Desa Bega.
Diketahui, Desa Bega, Kecamatan Sula Besy Tengah adalah tempat kelahiran Amanah. Desa tersebut juga adalah lumbung suara putra Bega tersebut pada Pileg 2024. Sesuai agenda, Reses Masa sidang I Tahun 2024 dilaksanakan di dua desa. Selain Desa Bega, Desa Wai Ina, Kecamatan Sula Besy Barat juga adalah desa yang dikunjungi pada agenda Reses tersebut, Kamis (19/12/2024).
“Reses pertama di tempat kelahiran saya dihadiri sekitar 100 orang. Pada Reses ini juga diundang Kades Bega, Darmin Fatmona, Ketua BPD, Ilham Tabaika serta Imam dan perwakilan masyarakat Bega,” ungkap Amanah dalam rilisnya ke awak suarajelata.com, Kamis (19/12/2024).
Dikatakan Amanah, selain untuk menjaring aspirasi masyarakat Dapil II, ia juga mengundang Kades Soamole, Salem Umagapi bersama perwakilan masyarakat. Selain itu, Kades Waiman, Mahdar Umanahu beserta perwakilan masyarakat, juga Kades Manaf bersama perwakilan warganya. Desa-desa lainnya adalah, Waisepa, Waigoiyofa, Baleha. Kades lainnya adalah Kades Fatkauyon, Badrun Yoisangaji, Kades Wailia, Sudirman Sibela dan Sekdes, Junaidi Norau.
“Diundangnya para Kades dan perwakilan masyarakat di Kecamatan Sula Besy Timur, tujuannya untuk menjaring aspirasi mereka secara langsung pada agenda Reses tersebut,” sebut Amanah yang juga Ketua MPO DPD Golkar Malut.
Dalam sambutannya, Amanah menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Dapil II yang telah memilihnya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sula. Selain itu, dalam sambutannya ia menyampaikan salam hormat dan ucapan terimakasih dari Ketua DPD Partai Golkar Malut, Alien Mus kepada masyarakat Sula.
“Kontribusi suara masyarakat Sula sangat signifikan bagi keberhasilan Alien Mus untuk duduk sebagai Anggota DPR-RI Komisi IV,” ungkapnya.
Ucapan yang sama juga dari Bupati Kabupaten Pulau Sula, Hajjah Fifian Adeningsih Mus. Ini disampaikan Amanah kepada masyarakat Sula melalui Reses tersebut. Diketahui, Fifian berhasil meraih suara signifikan dan sesuai keputusan KPUD Sula, yang bersangkutan terpilih sebagai Bupati periode 2025-2029.
“Bupati mengharapkan doa, dukungan dan masukan dari masyarakat Sula. Ibu Bupati berkomitmen untuk periode ke II ini fokus membangun Sula secara adil dan merata,” tukasnya.
Dalam sambutannya, Ketua MPO DPD Golkar Provinsi Malut ini berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat Dapil II Kepulauan Sula.
Saat ini, Amanah diberi kepercayaan sebagai Ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapemperda). Selain itu, ia juga diserahi jabatan sebagai Wakil ketua Badan Kehormatan dan Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula.
Dikatakannya bahwa setelah melewati Masa Sidang dan Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, pada 17 Desember 2024, APBD Sula resmi diketuk dengan nilai Rp 1.057.785.997.213. Anggaran sebesar itu berasal dari PAD Sula Rp 28.778.131.672 Pendapatan transfer, Rp 1.001.442.709.541.
“Selain itu pendapatan daerah yang sah Rp 2.000.000.000, Belanja operasional Rp 628.712.349.295. Belanja modal Rp 303.141.134.251. Belanja tidak terduga Rp. 1.000.000.000,00. Belanja transfer Rp. 124.932.513.667.000. Jumlah belanja Rp 1.057.785.997.213. Total surplus defisit Rp.15.565.156.000,” terangnya.
Pemanfaatan APBD untuk Pembangunan Sula
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Bupati Hajjah Fifian Adeningsih dan Wakil Bupati Haji Saleh Marasabessy di periode II 2025-2029 berkomitmen membangun Kabupaten Kepulauan Sula. Karena itu melalui APBD 2025, Pemda mengalokasikan anggaran belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp 187.867.618.774. Belanja modal jalan, jaringan dan irigasi Rp 80.810.254.712.
“Harapannya, semoga ke depan infrastruktur jalan, jaringan, irigasi, gedung di Sula dan Mangoli dapat terealisasi dengan baik. Pembangunan transportasi ini untuk membuka akses keterisolasian jalan desa dan kota. Dampaknya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Dalam Reses tersebut, Amanah mengajak masyarakat untuk mendukung Pemerintah Daerah dan DPRD untuk bangun Sula.
“Masyarakat juga diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, saran dan kritik yang konstruktif kepada eksekutif dan legislatif. Jangan memfitnah, membuat berita hoax, menyinggung privasi yang nantinya menimbulkan gaduh,” harapnya.
Hal lainnya yang dikatakan Amanah terkait seleksi P3K. Disampaikan Amanah, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dalam seleksi tersebut dapat mengajukan laporan ke Komisi I DPRD Sula.
“Komisi I akan menindaklanjuti surat atau aduan masyarakat sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.
Aspirasi Masyarakat
Dalam Reses tersebut masyarakat Desa Bega yang diwakili Kades, Darmin Fatmona mengusulkan kepada Pemda Sula agar menganggarkan anggaran untuk pembangunan kantor Desa Bega. Selain itu, pembangunan jalan usaha tani, membuka dusun baru, Poktan dan pembangunan talud penahanan ombak.
Masyarakat Desa Waiman melalui Salem Haimia mengusulkan agar Pemda Sula dapat membantu masyarakat untuk pembangunan plafon mesjid Waiman.
Desa Baleha melalui Syafruddin Yakseb mengusulkan Pemda dapat membangun jembatan Kali Baleha. Desa Wai Sepa melalui Rusli Sibela mengusulkan jalan usaha tani, Poktan dan talud penahanan ombak.
“Masyarakat Desa Fatiba melalui Rajak Usia mengusulkan jalan usaha tani dan Poktan. Masyarakat Desa Bega melalui Nadir Kemhay mengusulkan Pemda memperhatikan TPP pegawai dan Kades,” cetus Amanah.
Selain itu Desa Manaf mengusulkan air bersih, gedung pertemuan dan jalan usaha tani. Usulan-usulan tersebut menurut Amanah akan disampaikan dan diperjuangkan ke eksekutif setelah Reses 2024. Mudah-mudahan bisa terakomodir tahun depan. (Ateng)