News

Aktivis Minta Pengelolaan Alun-alun Sinjai Ditata Ulang, Kadis Perindag Akan Data Ulang

×

Aktivis Minta Pengelolaan Alun-alun Sinjai Ditata Ulang, Kadis Perindag Akan Data Ulang

Sebarkan artikel ini
Jika sejumlah lapak tidak berfungsi maka tentunya kata dia berefek pada pendapatan daerah/ist

Sinjai, Suara Jelata—Masih adanya sejumlah Lapak di alun-alun Kabupaten Sinjai yang belum difungsikan menjadi tanda tanya besar di kalangan Warga Sinjai. Senin, (2/6/2025).

Mereka menduga hal ini dikarenakan ada oknum pejabat yang mengatur pembagian Lapak untuk kalangan tertentu saja.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Aktivis Sinjai, Saiful mengatakan masih banyak Lapak yang belum sepenuhnya di fungsikan oleh pengelola.

Jika sejumlah lapak tidak berfungsi maka tentunya kata dia berefek pada pendapatan daerah.

“Sudah sepantasnya menarik kios dari pelaku usaha yang sampai hari ini belum membukanya, masih banyak pelaku usaha lain yang akan memanfaatkan namun Dinas Perindag terkesan melakukan pembiaran,” bebernya.

Dengan tidak berfungsinya sejumlah kios di tempat ini berpotensi untuk mengurangi pendapatan daerah.

Sementara itu PLT Kadis Perindag Sinjai, Irwansyahrani menuturkan secepatnya akan melakukan pendataan untuk mengetahui siapa saja yang mendapatkan hak kelola lapak.

“Kita akan data dulu dan menanyakan apa penyebabnya sehingga tidak di buka lapak yang diberikan untuk di kelola,” katanya.

Selanjutnya kata dia bisa saja akan diambil tindakan untuk mereka jika dalam waktu tertentu belum membuka lapaknya.

“Tunggu saja, kita baru akan menindaklanjutinya dengan mendata lebih dahulu,” bebernya.

Ada 40 lapak pedagang atau pelaku usaha kuliner yang dibangun di kawasan tersebut.

Hanya saja hingga saat ini masih ada sekitar 10 an kios yang belum dibuka sejak diresmikan 2 tahun lalu.

Mantan Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sinjai, Muh. Saleh beberapa waktu lalu sudah memberikan teguran lisan kepada pelaku usaha.

“Kita akan memberikan surat teguran tertulis, kita akan beri batas waktu dan jika tidak diindahkan maka pihak Pemda akan menarik dan memberikan kepada yang memang akan mengelolanya,” katanya, Selasa, (4/2/2025) lalu.

Saleh mengatakan sejumlah pedagang di tempat ini sudah berjanji akan membuka semua pada bulan ini (Februari 2025).

“Setelah semua membuka usahanya tentu kita akan melakukan penataan, agar konsepnya sesuai dari awal,” bebernya.

Hanya saja janji Muh. Saleh membuka semua lapak Februari lalu hanya tinggal janji hingga dirinya pensiun 1 Juni 2025.

Anggaran pembangunan Alun-alun Sinjai Bersatu adalah Rp7.122.406.000. Alun-alun ini diresmikan pada 25 Januari 2024.