MALUKU UTARA, Suara Jelata – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Salero, Ternate Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill, Selasa (24/6/2025).
Bimtek Life Skill yang berlangsung di Gedung PKK Kelurahan Salero, dibuka oleh Kepala BNN Provinsi Malut Brigjen Pol. Budi Mulyanto, S.I.K., M.H. yang diwakili oleh Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Malut, Hairuddin Umaternate. Bimtek yang berlangsung dua hari, 24-25 Juni 2025 tersebut, sasarannya untuk kawasan rawan narkoba. Diketahui, berdasarkan hasil mapping BNN terdapat 3 kawasan rawan narkoba yang katagorinya adalah bahaya, salah satunya adalah Kelurahan Salero, Ternate Utara.
Diwawancarai awak suarajelata.com, usai membuka Bimtek Life Skill, Selasa (24/06/2025),
Kordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Hairuddin Umaternate mengatakan, zona atau kawasan yang sudah termasuk katagori bahaya. BNNP Malut selanjutnya mengambil langkah-langkah strategis yang sifatnya antisipatif.
“Upaya ini untuk menciptakan kelurahan yang tadinya masuk dalam kategori bahaya untuk segera dipulihkan menjadi Kelurahan Bersinar (bersih dari narkoba),” ujar Hairuddin.
Dikatakan, salah satu kegiatan Bidang P2M adalah melakukan Bimbingan Teknis Life Skill. Sasaran Bimtek ini ditujukan kepada mantan pecandu narkoba dan masyarakat yang berisiko terpapar narkoba dan kaum millenial untuk selanjutnya dilatih melalui Bimtek ini.
“Bimtek Life Skill yang dilaksanakan di Kelurahan Salero ini adalah salah satu bentuk tindak lanjut dari kebijakan BNN melalui program kerja kepala BNN Provinsi Maluku Utara, Brigjen Pol. Budi Mulyanto, S.I.K, M.H. dalam memutus mata rantai Jaringan sindikat narkoba di Provinsi Malut,” ujar Hairuddin.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung PKK Kelurahan Salero, Ternate Utara diikuti oleh 20 orang peserta. Mereka para peserta diberikan pelatihan dan pembimbingan terkait daur ulang sampah.
“Output kegiatan ini, para peserta nantinya memiliki ketrampilan dan kemandirian dalam berwirausaha sehingga menjadi mandiri serta tidak terjebak dalam peredaran narkoba,” ujar H. Khairudin.
Menurutnya, kegiatan Bimtek daur ulang sampah yang pemateri atau instrukturnya adalah Lurah Salero, Umi Kalsum, S.Pi, diharapkan dapat mengedukasi peserta terkait pemanfaatan limbah sampah untuk didaur ulang.
Ini nantinya memberi nilai tambah secara ekonomis bagi para mantan pecandu narkoba termasuk kaum millenial yang berisiko terpapar narkoba.
“Mereka nantinya segera pulih dan lebih mandiri dalam mengembangkan potensi diri dan keluarga. Output kegiatan ini juga untuk membentuk institusi keluarga yang tangguh dalam menghadapi ancaman bahaya narkoba,” cetus Koordinator P2M BNN Malut.
Dengan tingkat ekonomi yang mapan menurutnya, mereka tidak lagi terbujuk rayuan bandar Narkoba.
Koordinator Bidang P2M BNN Malut ini juga menyebutkan, di tahun 2025 terdapat 18 kawasan rawan narkoba, tiga di antaranya masuk dalam katagori merah. Oleh karena itu menurut H. Khairudin, Bimtek ini adalah sarana edukasi sekaligus bagian dari intervensi secara berkesinambungan yang intens dilakukan baik oleh Bidang Rehabilitasi, Bidang Pemberantasan dan Bidang P2M.
Diungkapkan pula, selama kurun waktu April-Juni 2025, total penangkapan bandar narkoba juga pengedar narkoba se-Indonesia tercatat 10 persen, di antaranya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
“Data tersebut dirilis oleh Kepala BNN. Itu artinya ibu-ibu sekarang sudah disasar oleh para sindikat jaringan narkoba. Informasi menyebutkan, akumulasi mata pencaharian ibu rumah tangga adalah ke bisnis barang haram tersebut,” katanya.
H. Khairudin berharap perlu transformasi peran ibu-ibu untuk kembali sebagai guru dan madrasah utama di rumah. Peran ini diberdayakan melalui PKK, Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Adat yang ada di kelurahan.
Pemaparan Materi Daur Ulang Sampah Oleh Lurah Salero
Pilah sampah dan olah sampah sebagai pilot project program Pemerintah Kelurahan Salero adalah bentuk implementasi langsung visi misi Pemerintah Kota Ternate.
Dalam pemaparan materi kepada peserta Bimtek, Lurah Salero, Umi Kalsum, S.Pi, mengatakan persoalan sampah adalah hal yang kompleks. Kompleksitas ini dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat dunia internasional.
Berkat inovasi dan kreativitas, sampah bisa teratasi. Namun menurutnya, hal tersebut belum berbanding dengan tingkat kesadaran masyarakat.
Berkat inovasi dan kreativitas, sampah organik dan anorganik selanjutnya bisa di daur ulang untuk menghasilkan beberapa produk seperti kompos yang bahannya dari sampah organik. Selain itu produk lainnya dari anorganik berupa kursi berbahan sachet dan botol mineral, kipas, gantungan kunci, vas bunga serta keranjang.
“Produk-produk yang disebutkan itu telah menjadi buah karya masyarakat kelurahan Salero,” ujar Lurah Salero ini.
Dikatakan, kreativitas ini memberi dampak secara ekonomis untuk mengatrol ekonomi keluarga. Bimtek ini diisi pula dengan praktik pilah sampah dan olah sampah, serta teknis pembuatan produk berbahan baku sampah organik dan anorganik.
Camat Ternate Utara, Sunarto M. Taher, S.P., berharap melalui Bimtek Life Skill, seluruh peserta dapat mengikuti secara saksama. Pasca kegiatan Bimtek, Camat Ternate Utara ini berharap peserta dapat mengimplementasikan dalam kegiatan keseharian demi menguatkan khazanah pengetahuan keterampilan untuk meningkatkan kualitas ekonomi keluarga. (Ateng)