Sinjai, Suara Jelata – Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Sinjai Tengah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Sinjai Tengah.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Wisma Sanjaya, Kecamatan Sinjai Utara, mulai Sabtu, (29/11/2025) dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 30 November 2025.
Ketua BKAD Kecamatan Sinjai Tengah, A. Sulaeman, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk inisiatif dari para kepala desa yang tergabung dalam BKAD, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam tata kelola BUMDes.
“Kegiatan ini atas dasar inisiatif teman-teman kepala desa yang tergabung di BKAD Kecamatan Sinjai Tengah, sehingga terlaksana kegiatan ini untuk peningkatan SDM bagi BUMDes,” ujarnya.
Peserta kegiatan ini berjumlah 40 orang, terdiri dari 30 pengurus BUMDes serta 10 kepala desa dari wilayah Kecamatan Sinjai Tengah.
Sementara itu, Camat Sinjai Tengah, A. Syahrul Paesa, berharap kegiatan ini dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja BUMDes di wilayahnya.
“Setelah kegiatan ini, kita berharap di 2026 sudah ada desa yang menjadi representasi dan memiliki Pendapatan Asli Desa tertinggi di Kabupaten Sinjai,” harapnya.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kapasitas sebagai kunci bagi BUMDes untuk berkembang dan berdaya saing.
“Kita berharap kehadiran BUMDes dengan inovasi-inovasi yang dimulai dari hal-hal kecil. Namun dalam perjalanannya bisa berkembang melalui inovasi dari SDM yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan seperti ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar pengelola BUMDes mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.
“Kalau kita tidak melakukan pembaharuan ilmu, kita akan tertinggal. Inilah tantangan yang harus dihadapi ke depan, yakni perkembangan teknologi,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan BUMDes dapat terus bertransformasi menjadi unit usaha yang profesional, mandiri, dan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
















