BREBES JATENG, Suara Jelata – Ribuan kader PDI Perjuangan memadati Gedung Serbaguna Widyatama, Brebes, Minggu (24/5/2026), guna mengikuti pelantikan serentak 17 Ketua dan Pengurus Anak Cabang (PAC) sebagai langkah awal pemenangan Pemilu 2029.
Suasana riuh namun tertib menyelimuti Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom. Ribuan kader berbaju merah berkumpul, menandai dimulainya Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kabupaten Brebes.
Ini bukan sekadar seremoni. Agenda ini merupakan muara dari proses panjang penjaringan kader yang ketat, mulai dari tes digital hingga wawancara mendalam.
Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes, Cahrudin, menegaskan bahwa struktur baru ini membawa napas segar.
Banyak posisi strategis kini diisi oleh kalangan Gen Z. Langkah berani ini diambil agar partai tetap relevan di era disrupsi.
“Proses seleksinya tak main-main. Menggunakan sistem penilaian berbasis poin, partai menyaring figur-figur terbaik,” ungkapnya.
Menurutnya, anak-anak muda dinilai lebih fasih mengoperasikan narasi di media sosial dan dunia digital.
“Kali ini kepengurusan diisi oleh Gen Z. Anak-anak muda lebih memahami dunia media sosial dan dunia digital. PDI Perjuangan sebagai partai yang dinamis harus mampu merangkul kader muda agar bisa bersaing,” ujar Cahrudin usai kegiatan.
Ia menilai soliditas kader menjadi modal penting menghadapi agenda politik mendatang, terutama Pemilu 2029.
“Alhamdulillah 17 PAC dari 17 kecamatan hadir solid bersama seluruh utusan KSB ranting dari setiap desa. Jumlahnya 1.076 peserta dan semua berjalan lancar,” katanya.
“Semua sudah siap ke depan untuk memenangkan Pemilu 2029,” imbuhnya.
Cahrudin menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari strategi partai agar tetap relevan di tengah perkembangan politik modern yang semakin dekat dengan dunia digital.
Dalam susunan kepengurusan baru, lanjut dia, dominasi kader muda menjadi perhatian utama. Banyak posisi strategis di tingkat PAC kini diisi kalangan Gen Z yang dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan media sosial.
Tak hanya memberi ruang bagi generasi muda, PDI Perjuangan Brebes juga memastikan keterlibatan perempuan dalam struktur kepengurusan baru.
Kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen disebut telah terpenuhi sesuai ketentuan partai.
“Setiap pengurus ada empat perempuan. Artinya kuota 30 persen gender kita penuhi sesuai aturan,” katanya.
Sementara itu, Dr. Messy Widiastuti, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, menjelaskan bahwa selain faktor usia di bawah 35 tahun, keterwakilan perempuan sebesar 30 persen menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan SK penetapan oleh Abang Baginda MM Hasibuan. Di hadapan ribuan peserta, ia memberikan mandat keras: tidak boleh ada faksi atau kubu-kubuan setelah pelantikan ini.
Semua harus melebur menjadi satu kekuatan untuk menjaga ‘kandang banteng’.
“Tugas saudara adalah merawat banteng di kandangnya masing-masing. Jaga rakyat, bela wong cilik, dan pastikan mesin partai bergerak sampai ke TPS,” tegas Abang Baginda, disambut gemuruh tepuk tangan.
Senada dengan itu, Anggota DPR RI Dr. Ir. Harris Turino Kurniawan mengingatkan bahwa kerja nyata harus segera dimulai.
Ia meminta para pengurus tak sekadar bangga dengan jabatan, melainkan langsung turun menyapa akar rumput.
Sebagai bentuk komitmen sosial, Harris juga mengumumkan bantuan puluhan ekor hewan kurban untuk wilayah Brebes.
Setelah Musancab ini rampung, DPC PDI Perjuangan Brebes telah menjadwalkan Musyawarah Ranting (Musran) di 297 desa.
Estafet konsolidasi ini akan terus berlanjut dengan pendidikan politik intensif guna memastikan seluruh mesin partai siap tempur menghadapi kontestasi politik 2029 mendatang. (Olam).











