Terancam Gagal Panen, Dinas TPHP Himbau Petani Ikut Asuransi

  • Whatsapp
Dinas TPHP Sinjai saat turun ke lokasi persawahan yang mengalami kekeringan

SINJAI, Suara Jelata— Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Sinjai membuat beberapa area persawahan terancam gagal panen dan sebagian sudah ada yang mengalami puso.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai, Hj. Sitti Marwatiah membenarkan hal tersebut.

Baca Juga

Oleh karena itu, pihaknya bersama jajarannya selama beberapa hari terakhir ini turun ke lokasi area persawahan yang mengalami kekeringan.

Untuk menghindari terjadinya gagal panen, ia meminta kepada petani agar segera melaporkan kepada Dinas Tanaman Pangan atau petugas lapangan yang ada di desa maupun tingkat kecamatan agar segera ditindaklanjuti.

“Kami siapkan pompa air untuk petani kita yang butuh sepanjang masih ada sumber air yang bisa disedot untuk area sawah petani agar bisa panen,” katanya Jumat, (23/08/2019).

Selain itu, ia mengajak kepada petani yang belum terdaftar sebagai peserta asuransi agar segera mendaftarkan diri ke Dinas TPHP untuk menutupi kerugian jika terjadi gagal panen.

“Saya harapkan para petani kita untuk masuk asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) karena ini sangat bermanfaat apabila terjadi sesuatu yang kita tidak kehendaki seperti gagal panen,” imbaunya.

Adapun besaran premi asuransi ini sebesar Rp 36 ribu/hektar per tahun, dimana pembayaran premi ini disubsidi oleh sebagian pemerintah 80 persen dan 20 persen dibayar pihak petani. (*)

Loading...
loading...
  • Whatsapp

Berita Lainnya