Pimpinan Tarekat Tajul Khalwatiyah Gowa Dijerat Kasus Pencucian Uang

DAERAH | Kriminal | News

GOWA, Suara Jelata— Pimpinan Tajul Khalwatiyah Gowa, LA (74) yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama, kini kembali dijerat dengan pidana pencucian uang.

Hal ini diungkapkan Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, SIK., MSi, saat melakukan press conference pada Senin, (04/11/2019).

Ia mengatakan, jerat pidana pencucian uang ini berawal dari pengembangan penyidikan yang diduga LA memungut uang dari pengikutnya dengan penjualan kartu surga.

Dimana kartu surga ini diklaim tersangka akan membebaskan dosa-dosa pengikutnya semasa hidup.

“Tersangka menjual kartu surga atau disebut kartu Wifiq ke jemaahnya, dengan mahar Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu, pengikutnya juga diharuskan menyetor zakat pada tersangka,” ujar Shinto saat menggelar press conference. Senin, (04/11/201) pagi.

Selain modus ekonomi, tersangka juga diketahui menikahkan pengikutnya tanpa dihadiri wali nikah dan dokumen resmi dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Lebih lanjut, LA melantik dirinya sebagai rasul dan mahaguru pada 9 September 1999. Tersangka diketahui membuat kitab suci sendiri yang diajarkan ke ratusan pengikutnya di daerah Patalassang, Bajeng, dan Pallangga.

Kitab tersebut diakui tersangka ditemukan di peti jenazah Syekh Yusuf.

Tak hanya itu, tersangka juga diduga melakukan perubahan isi kitab suci Al-Quran. Hal ini yang membuat geram pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut ajaran LA sesat, berdasarkan Fatwa MUI Gowa, tanggal 16 November 2016.

Saat ini, Kapolres Gowa telah melakukan penyitaan barang bukti sebanyak 138 item dan barang bukti dari MUI Kabupaten Gowa sebanyak 21 item yang dikumpulkan MUI dari pengikut dan mantan pengikut Puang Lalang.

“Terhadap pelaku akan kita jerat dengan Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3,4, dan 5 UU No.8 tahun 2019 dan/atau UU No. 22 tahun 1946 dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara,” ujar Shinto.

Kapolres Gowa menghimbau agar masyarakat mengindahkan rekomendasi larangan yang dikeluarkan Bupati Gowa dan berharap agar tempat kediaman LA alias maha guru tidak lagi menjadi pusat penyebaran aliran Tarekat Ta’jul Khalwatiyah yang telah ditetapkan oleh Pemda Gowa.

Laporan: Wawan

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.