Ditertibkan Satpol PP, Penjual Takjil Pasar Sentral Sinjai Emosi Hingga Tendang Jualannya

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Lapak pedagang takjil musiman di Jalan Bawakaraeng, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, mulai ditertibkan tim terpadu Pemerintah Kabupaten Sinjai yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Dishub. Selasa, (28/4/2020).

Meski mendapat protes dari pedagang takjil, sikap tegas dari tim terpadu tetap melaksanakan penertiban tersebut.

Bacaan Lainnya

View this post on Instagram

SINJAI, Suara Jelata—Aparat gabungan dari Dinas Satpol PP dan Damkar, Dishub, Polres dan Kodim 1424 Sinjai serta instansi terkait melakukan penertiban di Pasar Sentral Sinjai. Selasa, (28/4/2020). Mereka menertibkan penjual Takjil yang masih berjualan di areal yang dilarang Pemda Sinjai yakni di seputaran Jalan Gunung Bawakaraeng atau Pasar Sentral Bawah. Sejumlah pedagang terlihat bersikeras tidak mau pindah saat dibujuk oleh Petugas, bahkan karna emosi kemudian menendang jualan takjilnya didepan petugas. Mereka diminta untuk menuju lokasi yang telah disiapkan pemda Sinjai. Empat pusat penjualan takjil di Kota Sinjai disiapkan yakni di jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani (seputaran Stadion H. A. Bintang), jalan Cumi-Cumi Lappa dan jalan HOS Cokroaminoto (Gelora Massa).

A post shared by MEDIA SUARA JELATA (@suarajelata._com) on

Lantaran waktu yang diberikan untuk meninggalkan lokasi penjualan yang dilarang tidak diindahkan.

Bahkan salah satu pedagang yang menjual cendol lantaran emosi kemudian menendang tempat jualannya hingga berserakan di depan petugas penertiban.

Mereka beranggapan, tempat baru yang disediakan pemda tidak efektif dan kurang pembeli.

Camat Sinjai Utara Hariyani Rasyid menuturkan, penertiban terpaksa dilakukan agar tidak berjualan di sepanjang jalan Gunung Bawakaraeng.

Hal ini untuk menghindari kerumunan massa, apalagi telah dilakukan sosialisasi sehari sebelumnya untuk pindah ke tempat yang telah disediakan.

Para pedagang ini diminta pindah berjualan di Jalan Ahmad Yani (Sekitar Lapangan H. A. Bintang) berdasarkan lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai.

“Sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi dari hari pertama hingga hari keempat bulan puasa dan mereka nekat berjualan. Akhirnya ditertibkan oleh tim terpadu untuk mengurangi kerumunan banyak orang”, bebernya.

Di temui terpisah, Kadis Satpol PP Sinjai, Agung Budi Prayogo menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pendekatan secara persuasif selama empat hari ini dan ditandai dengan surat pernyataan untuk pindah berjualan, namun nampaknya masih tak digubris.

“Sudah kita himbau, tapi karena membandel akhirnya tim terpadu bersama tramtib kecamatan turun ke lapangan untuk dipindahkan lapaknya” tuturnya.

Sehari sebelumnya Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong dan tim terpadu melakukan sosialisasi sekaligus memberi pengertian kepada para pedagang takjil yang berjualan di lokasi tersebut menggunakan media pengeras suara.

Imbauan ini dilakukan menurut, Kartini, sesuai surat Edaran Bupati Sinjai nomor 19 tahun 2020 tentang penataan dan pembatasan jam serta penerapan jarak fisik (physical distancing) lokasi pedagang takjil. (Zhar)

loading...
  • Whatsapp