Jadikan Lulusan Berkompeten, SMK Muhammadiyah 1 Mertoyudan Kerjasama Dengan Bina Talenta

  • Whatsapp

MAGELANG, Suara Jelata— Sekolah Tingkat SMK harus memiliki link and match dengan berbagai kompetensi, harus pula memiliki hubungan baik dengan industri dan dunia kerja (induka).

Dengan demikian, pihak sekolah siap menyediakan lulusan yang memiliki kompeten di bidang yang dibutuhkan industri tersebut yang dilakukan belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Karena itu, dilakukan pernikahan massal antara Bina Talenta dengan 15 SMK Muhammadiyah di Magelang Raya, termasuk SMK Muhammadiyah 1 Mertoyudan. Kamis, (22/10/2020).

Kegiatan berlangsung di SMK Muhammadiyah Bandongan Kabupaten Magelang, dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Jawa Tengah Dr. Nikmah Nurbaity.

Kegiatan pernikahan massal tersebut bertujuan antara lain menguatkan link and matc antara Bina Talenta dengan SMK Muhammadiyah se-Magelang Raya, membuat Kelas Industri di SMK Muhammadiyah.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Mertoyudan, Ekosanti Yogopurnomo, S.T., M.Pd, mengungkapkan, lewat telfon whatsapp, jika sekolahnya memiliki kompetensi unggulan, yaitu kompetensi servis AC mobil.

Pada pernikahan massal tersebut SMK Muhammadiyah 1 Mertoyudan termasuk yang mendapat kesempatan bekerjasama dengan Bina Talenta.

“Alhamdulillah SMK Muhammadiyah 1 Mertoyudan bisa menjalin hubungan baik dengan Bina Talenta. Sehingga dalam menyiapkan lulusan berkompetensi kami lebih siap dan fokus,” ungkapnya.

Ekosanti mengatakan kompetensi servis AC mobil di sekolahnya pun sudah bekerjasama dengan rekanan bengkel AC mobil. Dalam hal ini para siswa jurusan kompetensi ini praktik dengan arahan dan pengawasan langsung dari pemilik bengkel.

“Jadi siswa merasa praktik itu sebagai sebuah magang. Sehingga para siswa semakin antusias dalam praktik menerapkan ilmu yang mereka dapat di bangku sekolah ke dunia kerja yang nyata,” katanya.

Dengan jalinan kerjasama dengan induka, Ekosanti berharap SMK Muhammadiyah 1 Mertoyudan semakin diminati. Sehingga ke depan tidak ada alasan lulusan SMK tidak bisa bekerja.

“Karena sejatinya SMK itu mendidik siswa mengembangkan keterampilan yang diminati. Kemudian mengarahkan untuk menjadi orang bisa bisa bekerja sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

Agung Libas

loading...
  • Whatsapp