Anniversary ke IV, Forum Aspirasi Rakyat Madura Angkat Diskusi Publik Tentang Pendidikan Politik

  • Whatsapp

PAMEKASAN, Suara Jelata— Peringati anniversary ke IV, Forum Aspirasi Rakyat Madura (Fara) gelar diskusi publik tentang pendidikan politik yang bertempat di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Senin, (14/06/2021) malam.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, diskusi pendidikan politik bertajuk, “Peran Pemuda dalam Politik Pilkades Serentak Kabupaten Pamekasan” dihadiri oleh beberapa narasumber, yakni Ketua DPRD, Fathor Rahman dan Kepala Dinas DPMD Pamekasan, Ach. Faisol.

Bacaan Lainnya

Selain itu, dihadiri oleh Duta Pemuda Kabupatrn Sampang, Raudhatul Jannah sebagai moderator sekaligus Ketua Fara, Abdur Rahman sebagai Keynote Speaker dan Orasi Ilmiah.

Dihadiri pula oleh segenap OKP yang berada dibawah naungan Kabupaten Pamekasan seperti HMI, PMII, GMNI, IMM, FMPB Palengaan, Pemuda Desa Ambat serta puluhan mahasiswa maupun pemuda yang ada di Kabupaten Pamekasan.

Terlihat dalam pantauan media, acara tersebut disertai pemotongan kue tumpeng oleh Ketua Fara, Abdur Rahman, berserta Ketua DPRD, Fathor Rahman dan Ach. Faisol.

Dalam sambutan orasi ilmiahnya, Abdur Rahman mengatakan bahwa malam ini merupakan momentum sejarah bagi Fara dan pengurusnya diusia yang sudah memasuki 4 tahun.

Dijelaskan oleh Arman, sapaan akrabnya bahwa terkait peran pemuda di bangsa Indonesia adalah sebagai agen of change dalam penggerak perubahan.

Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Syariah IAIN Madura ini memaparkan bahwa pergolakan sejarah dari tahun ke tahun pasca revolusi Indonesia merdeka ketika Bung Karno diculik oleh kaum pemuda yang dipelopori oleh Ahmad Saleh yang kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Dimensi partisipasi pemuda masing-masing berkembang, kemudian ada revolusi yang menumbangkan orde baru yang dikenal dengan revolusi gerakan intelektual.

“Pemuda hari ini merupakan pemimpin bagi masa depan, kita perlu ingat saudaraku, ideologi tertinggi ialah dikhittohkan kepada kaum intelektual pemuda yang mau mengubah nasib menuju lebih baik” tegas Arman, aktivis HMI Pamekasan ini.

Lebih lanjut, Arman menegaskan, bahwa pemuda yang hebat adalah pemuda yang mengevalusi dirinya setiap hari, sesuaikah yang diharapkan oleh Tuhan, kedua orang tua maupun masyarakat itu sendiri.

“Jangan hanya mengandalkan sekertas ijazah, sebab ketika pulang jangan menjadi orang asing buat desanya sendiri. Itu yang dihasilkan ketika ngopi dan diskusi di cafe, bahwa yang dijual di masyarakat bukan sekertas ijazah tapi ilmu dan kualitas diri yang bisa diperjual belikan ke masyarakat” terang Arman.

Sementara Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman, mengucapkan selamat untuk anniversary Fara sudah memasuki 4 tahun. Dia mengatakan bahwa pemuda merupakan ujung tombak kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau kami sebentar lagi akan purna dari percaturan politik, artinya peran pemuda kalianlah sangat penting untuk menerjemahkan sisi-sisi politik baik di tingkat desa, provinsi ataupun di kabupaten dan Indonesia” katanya.

Politisi PPP Pamekasan itu, menjelaskan bahwa di masa orde lama, masyarakat dalam pemilihan umum/desa ketakutannya luar biasa terhadap kekuasaan.

“Ketika saya kemarin memanggil masyarakat yang tidak mampu ke balai desa ketakutan itu masih ada, karena mengingatkan masa orde baru kemaren. Makanya kami berprinsip ketika pernah menjadi kepala desa, prinsipnya adalah sebagai pelayan bukan penguasa. Sehingga kita akan murni betul untuk masyarakat” terangnya.

Karenanya, tambah Fathor Rahman, pemuda merupakan ujung tombak keberhasilan pilkades.

“Oleh karena itu, pemuda pada saat ini mindsetnya harus mengatakan bahwa politik bukan hanya urusan pemerintah tapi juga urusan kita bersama, karena semuanya tidak lepas dari politik di kehidupan seperti saat ini, contohnya di organisasi baik di pondok pesantren maupun di kampus seperti organisasi ekstra dan intra” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMD Pamekasan, Ach. Faisol juga mengucapkan selamat anniversary ke 4 tahun bagi Fara. Dia mengingatkan kepada pemuda untuk dapat menciptakan perubahan dalam politik pilkades.

Dirinya mengatakan bahwa pemuda maupun masyarakat harus menjauhi money politik yang itu dapat dimulai dari diri sendiri.

“Karena money politik itu haram setelah saya suwon dengan berbagai ulama, makanya hindari money politik, saya suarakan dimana-mana bahwa mooney politik itu haram” terangnya.

Dia pun kembali mengingatkan apabila terdapat money politik bagi yang memiliki hak suara pilih untuk tidak diterima, sebab tidak menciptakan bagi kemajuan bagi suatu desa.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipandu oleh Khomaidi mahasiswa IAIN Madura yang juga merupakan sebagai pemuda Sampang tersebut.

Penulis: Hanafi
Editor: Aisyah
  • Whatsapp
loading...