DAERAHNews

Pra Pengukuhan Barisan Pengurus, DPN LABRAKI Gelar Konsolidasi dan Soliditas

×

Pra Pengukuhan Barisan Pengurus, DPN LABRAKI Gelar Konsolidasi dan Soliditas

Sebarkan artikel ini

GOWA, Suara Jelata— Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Lembaga Barisan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (LABRAKI) menyelenggarakan konsolidasi, soliditas dan penguatan kelembagaan dan personil pengurus yang disebut Pra Pengukuhan.

Kegiatan ini digelar di Wisma/Wisata Kampar, Selasa, (22/2/2022) di Dusun Kampung Parang, Desa Panciro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Pra Pengukuhan yang dihadiri petinggi DPN LABRAKI ini diikuti jajaran personil pengurus yang dipandu Sekretaris Jenderal (Sekjen), Irfan Arifin DR yang diarahkan Ketua Umum (Ketum), Abdul Hafid Daeng Tiro didampingi Wakil Ketua Umum, Salman Daeng Sitaba, Bendahara Umum, Nilawati Hafid DT dan Wakil, Bendahara, M.Usman DM.

Ketum DPN LABRAKI, Abd Hafid DT mengatakan, lembaga yang didirikan bersama sejumlah teman yang memiliki intelektualitas, berkualitas dan berwawasan sangat sempurna, lengkap secara struktural-hirarkis yang ditempati personil handal dan unggul mulai dari pengurus inti-teras, job direktur dan wakilnya hingga level terendah-operasional.

Dengan demikian, lanjut Daeng Tiro, panggilan akrab Ketua DPN LABRAKI, Abd Hafid, menuntut dan membutuhkan kerja sama yang baik dan bersinergi sesuai job masing-masing tanpa saling melambung dengan konsisten dan komitmen menggerakkan roda organisasi secara proporsional dan profesional.

Sementara Sekjen DPN LABRAKI, Daeng Ruppa, sapaan akrab Irfan Arifin menambahkan azimat berorganisasi.

“Apapun organisasi, sudah barang tentu memiliki regulasi, baik internal organisasi maupun eksternal yang bersumber dari Undang-undang dan peraturan pemerintah yang harus diikuti dan diatati oleh semua pihak yang berkecimpung dalam organisasi, ditambah kebijakan yang lahir-produk pimpinan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam sebuah organisasi, tidak satupun personil yang harus mengakui lebih dari yang lain, semua personil dalam kepengurusan penting dan diperlukan sesuai tugas dan peran yang harus dimainkan dalam keutuhan totalitas yang terlibat dalam lembaga.