GOWA SULSEL, Suara Jelata – Dua anak bernama F (9) dan S (10) warga Dusun Parang Bebbu, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa mengalami luka bakar di sebagian tubuhnya. Hal itu terjadi saat kedua Korban hendak menyalakan meriam kaleng dengan bahan bakar bensin, Minggu (31/03/2024).
Menurut salah satu saksi mata tetangga kedua anak, Emil (28) menuturkan, peristiwa itu terjadi ketika Korban S hendak menuangkan bensin ke botol air mineral untuk keperluan menyalakan meriam kaleng mereka.
“Kemudian salah satu dari mereka menyalakan korek api. Sehingga hal memicu kebakaran yang mengenai tubuh kedua anak itu,” katanya.
Melihat kejadian itu, seketika Anak F berusaha menolong dengan cara menendang botol berisi bensin yang terbakar itu keluar dari teras.
“Maksudnya mungkin agar botol yang terbakar itu tidak mengenai mereka lebih parah,” ujar Emil.
Saat berita ini ditayangkan, kedua Korban dalam kondisi luka-luka masih masih dalam perawatan di Puskesmas Tombolopao. Korban S mengalami luka bakar pada perut hingga kedua paha dan kaki. Sementara Korban F mengalami luka bakar di paha bagian kanan.
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama Desa Tabbinjai, Arfah (47) merasa prihatin atas kejadian tersebut. Dirinya mengimbau masyarakat terutama anak-anak untuk tidak bermain api, meriam kaleng, atau petasan. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Ini merupakan pelajaran untuk kita semua bahwa jangan coba-coba berani bermain dengan api, karena fatal akibatnya. Mari awasi anak-anak kita untuk tidak bermain-main dengan api,” imbau Arfah. (Wahyuni)












