BREBES JATENG, Suara Jelata — Ketua Majelis Tinggi Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia mengatakan saatnya JSIT Indonesia berkolaborasi dengan ekosistem pendidikan lainnya.
Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., di hadapan 600 peserta Seminar Pendidikan dalam puncak acara Musyawarah Wilayah VI JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Ahad (30/11/2025) di Ballroom Grand Dian Hotel Brebes.
“Sekolah Islam Terpadu (SIT) maupun Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) sudah saatnya semakin mengokohkan kolaborasi dengan ekosistem pendidikan lainnya. Karena pada hakikatnya amanah pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa ada tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Ada pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” ujar Sukro.
Kebijakan pemerintah saat ini salah satunya juga menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dasar peserta didik, dalam hal ini pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun yang disasar tidak hanya murid, tetapi juga balita dan manula.
“Program MBG sesungguhnya menguntungkan semua pihak. Tidak hanya pihak sekolah, dalam hal ini para murid, tetapi juga masyarakat. Dengan otomatis terbuka lapangan pekerjaan baru. Membutuhkan bahan baku yang bersumber dari para petani, peternak, dan nelayan. Ekonomi masyarakat semakin meningkat,” sambung Sukro.
Acara dibuka dengan lagu berjudul Do’a Untukmu Guru yang dinyanyikan oleh narasumber dan terlihat para peserta ikut haru dalam mendengarkan dan mendendangkan lagu tersebut.
Sukro Muhab juga berpesan agar SIT terus berinovasi dan berjuang dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Generasi qurrota a’yun dan immamul muttaqien. Generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan berkiprah berkontribusi sesuai spesifikasi passion yang dimiliki,” sambung Sukro.
Untuk menghadirkan generasi tersebut, guru harus meningkatkan Technical Skill, Soft Skill, dan Cognitive Skill sebagai bekal di masa depan,” pungkasnya. (Olam).
















