NewsPEMDA SINJAI

Inilah Data Sebaran Penyakit HIV/AIDS di Sinjai, Kasus Terbanyak di Sinjai Utara dan Selatan, Sinjai Borong Bersih

×

Inilah Data Sebaran Penyakit HIV/AIDS di Sinjai, Kasus Terbanyak di Sinjai Utara dan Selatan, Sinjai Borong Bersih

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik/int

Sinjai, Suara Jelata—Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai mencatat sebanyak 19 kasus baru HIV/AIDS sepanjang tahun 2025.

‎Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/12/2025).

‎“Jumlah kasus terbaru HIV/AIDS di tahun 2025 sebanyak 19 orang,” ujar dr. Emmy.

‎Ia menjelaskan, berdasarkan pembaruan data sejak tahun 2015 hingga 2025, total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sinjai mencapai 167 kasus dan seluruhnya dalam pemantauan serta menjalani pengobatan secara rutin.

‎“Semua kasus ter-follow up, pendampingan dan pengobatan berjalan. Pengobatan dilakukan di puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah,” jelasnya.

‎dr. Emmy mengungkapkan, sebaran penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sinjai didominasi Kecamatan Sinjai Utara dengan total 88 kasus, terdiri dari 74 laki-laki dan 14 perempuan.

‎Disusul Kecamatan Sinjai Selatan sebanyak 29 kasus, dengan rincian 24 laki-laki dan 5 perempuan.

‎Kasus lainnya tersebar di Kecamatan Tellu Limpoe sebanyak 5 kasus, Kecamatan Pulau Sembilan sebanyak 4 kasus, Kecamatan Sinjai Timur sebanyak 3 kasus.

‎Kecamatan Sinjai Tengah sebanyak 3 kasus, Kecamatan Bulupoddo sebanyak 3 kasus, serta Kecamatan Sinjai Barat sebanyak 2 kasus.

‎Sementara itu, Kecamatan Sinjai Borong belum tercatat adanya kasus HIV/AIDS.

‎Selain kasus dalam wilayah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai juga mencatat sebanyak 30 penderita berasal dari luar wilayah, yang tetap mendapatkan layanan pengobatan dan pendampingan di fasilitas kesehatan Kabupaten Sinjai.

‎dr. Emmy menambahkan, upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan melalui sosialisasi kepada pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum yang tergolong rentan.

‎Dinas Kesehatan juga melakukan skrining HIV terhadap warga binaan di Rutan Sinjai sebagai bagian dari deteksi dini.

‎“Pendampingan pengobatan dilakukan oleh pendamping yang telah ditunjuk dan didampingi oleh penanggung jawab program HIV di puskesmas,” kuncinya.