PEMDA SINJAI

Napak Tilas Perjuangan KH. A. Marzuki Hasan, Istri Pendiri Pesantren Darul Istiqamah Gagas Reuni Akbar se-Indonesia, Sinjai Jadi Tuan Rumah

×

Napak Tilas Perjuangan KH. A. Marzuki Hasan, Istri Pendiri Pesantren Darul Istiqamah Gagas Reuni Akbar se-Indonesia, Sinjai Jadi Tuan Rumah

Sebarkan artikel ini
Saat ini panitia pelaksana sudah bertemu dengan Bupati Sinjai Ratnawati Arif, orang nomor 1 di Sinjai tersebut bahkan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sinjai, Suara Jelata—Pesantren Darul Istiqamah kembali bersiap mempertemukan keluarga besarnya dalam sebuah momentum bersejarah.

‎Setelah lebih dari setengah abad berdiri, pesantren yang didirikan Almarhum KH. A. Marzuki Hasan (1917-2006) itu akan menggelar Silaturahim Keluarga Besar Darul Istiqamah pada 29–30 Mei 2026 di Kampus Al Markaz Al Islamy Darul Istiqamah Sinjai, Jalan Bulu Lohe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

‎Kegiatan yang diproyeksikan menjadi reuni akbar lintas generasi itu diinisiasi langsung oleh istri pendiri pesantren, Hj. Andi Muthahharah, sebagai upaya menjaga warisan perjuangan dan khittah perjuangan pesantren yang telah berusia 55 tahun.

‎Pimpinan Al Markaz Al Islamy Darul Istiqamah Sinjai, K.H. Fadhlullah Marzuki, S.Pd.I, mengatakan agenda tersebut bukan sekadar temu alumni.

‎Melainkan momentum memperkuat kembali nilai perjuangan yang diwariskan pendiri pesantren.

‎Silaturahim Keluarga Besar Darul Istiqamah diperkirakan menjadi salah satu pertemuan alumni pesantren terbesar di Sulawesi Selatan tahun ini.

‎Sekaligus menegaskan bahwa warisan perjuangan pendidikan Islam yang dirintis KH. A. Marzuki Hasan tetap hidup dan terus dirawat lintas generasi.

‎“Di usia pesantren yang sudah 55 tahun, tentu dipandang perlu untuk saling menguatkan dan tetap bersama dalam khittah mulia,” ujarnya.

‎K.H. Fadhlullah Marzuki lahir di Maros, 5 Juni 1975. Ia merupakan putra kedua dari pendiri Pesantren Darul Istiqamah, KH. A. Marzuki Hasan bersama Hj. Andi Muthahharah, dari sembilan bersaudara.

‎Menurutnya, sang pendiri semasa hidup berpesan agar seluruh amal jariyah dan nilai perjuangan pesantren tetap dijaga.

‎“Apa yang Allahu yarham bangun jangan diubah, dan seluruh amal jariyah beliau harus dijaga bersama,” katanya.

‎Silaturahim akbar tersebut akan menghadirkan alumni dari berbagai daerah dan lintas angkatan, termasuk jamaah pesantren binaan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

‎Panitia juga mengundang alumni-alumni perdana dari era 1970-an untuk berbagi kisah dan petuah mengenai karakter perjuangan pendiri pesantren pada masa awal berdirinya Darul Istiqamah.

‎Berbagai agenda telah disiapkan dalam kegiatan itu, mulai dari sarasehan alumni, tabligh akbar, hingga napak tilas perjuangan KH. A. Marzuki Hasan yang dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan Islam asal Kabupaten Sinjai dari keturunan Sulewatang Lamatti.

‎Tokoh kharismatik tersebut dikenal luas melalui dedikasinya membangun pendidikan Islam dengan mendirikan puluhan cabang Pesantren Darul Istiqamah di berbagai daerah di Indonesia.

‎“Al Markaz Darul Istiqamah Sinjai adalah karya terakhir pendiri pesantren dan akan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan ini,” ujar K.H. Fadhlullah Marzuki.

‎Ia menambahkan, panitia belum dapat memastikan jumlah peserta yang akan hadir karena selain alumni, kegiatan juga mengundang jamaah pesantren dari berbagai wilayah.

‎Saat ini panitia pelaksana sudah bertemu dengan Bupati Sinjai Ratnawati Arif, orang nomor 1 di Sinjai tersebut bahkan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

‎Ia bahkan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai untuk turut menyukseskan agenda besar itu dengan menjadi tuan rumah yang ramah dan bersahabat bagi para tamu yang datang.

‎Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya mempererat ukhuwah keluarga besar Darul Istiqamah, tetapi juga memberi dampak positif bagi daerah karena Sinjai akan kedatangan ratusan tamu dari berbagai kabupaten dan provinsi.

‎“Ini menjadi momentum penting memperkenalkan Sinjai sebagai daerah yang religius, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” kuncinya.