Sinjai, Suara Jelata – Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Kesehatan kembali melaksanakan In House Training Bantuan Hidup Dasar (BHD) hari kedua bagi pegawai di lingkup Pemkab Sinjai.
Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada simulasi praktik dan penilaian keterampilan peserta. Fokus ini dinilai krusial karena keberhasilan Bantuan Hidup Dasar tidak hanya bergantung pada pemahaman teori, melainkan juga pada ketepatan dan kecepatan tindakan saat menghadapi situasi darurat di lapangan.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Dinas Kesehatan Sinjai dengan Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Cabang Sinjai.
Pelatihan berlangsung antusias dengan menghadirkan narasumber dan instruktur dari tenaga kesehatan profesional. Peserta mendapat materi teori sekaligus praktik langsung teknik BHD, khususnya prinsip kegawatdaruratan serta upaya penyelamatan nyawa pada kondisi henti jantung dan henti napas.
Sekretaris Daerah sekaligus Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kemampuan pertolongan pertama bagi seluruh pegawai.
“Kondisi kegawatdaruratan bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu menjadi contoh dalam penanganan situasi darurat, menjadi perpanjangan tangan tenaga medis, menjadi corong informasi kesehatan terkini, serta menjadi alarm bagi tenaga kesehatan atas kondisi kegawatdaruratan minimal di lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, peserta diharapkan mampu memberikan tindakan cepat dan tepat sebagai upaya penyelamatan awal sebelum korban mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Pemkab Sinjai berharap, melalui In House Training BHD ini dapat tercipta aparatur yang sigap, siaga, peduli, serta mampu memberi pertolongan awal secara cepat dan tepat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.











