Sinjai, Suara Jelata – Semangat belajar yang luar biasa ditunjukkan oleh para siswa MTs Attahiriyah. Meski dihadapkan pada kendala teknis yang serius, mereka tetap melaksanakan Ujian Madrasah (UM) berbasis Android dengan cara pergi ketempat tinggi untuk mencari jaringan yang bagus.
Kegiatan ujian yang seharusnya berlangsung dengan nyaman di dalam ruang kelas terpaksa berpindah lokasi ke area perbukitan/gunung terdekat. Hal ini dilakukan lantaran terjadinya pemadaman listrik (mati lampu) di wilayah sekolah yang mengakibatkan hilangnya sinyal telekomunikasi secara total.
Lantaran ujian dilakukan secara daring menggunakan perangkat Android, ketersediaan jaringan internet menjadi syarat mutlak. Tanpa membuang waktu, para siswa didampingi oleh guru pengawas memutuskan untuk mencari titik tertinggi demi mendapatkan akses internet yang stabil agar proses ujian tetap berjalan sesuai jadwal.
“Kami tidak punya pilihan lain. Listrik padam sejak pagi dan sinyal di bawah benar-benar hilang. Agar anak-anak tetap bisa ikut ujian tepat waktu, kami arahkan ke area yang lebih tinggi,” ujar Nursaidah selaku pengawas ujian madrasah .
Di bawah terik matahari dan beralaskan rumput, para siswa tampak fokus menatap layar ponsel mereka masing-masing. Meski dengan fasilitas seadanya, suasana ujian tetap berlangsung khidmat dan tertib.Kondisi ini menjadi pengingat akan tantangan digitalisasi pendidikan di daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.
Namun, di sisi lain, momen ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi siswa MTs Attahiriyah untuk terus mengejar prestasi.











