SINJAI, Suara Jelata—-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, menghentikan sementara operasional distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat keterlambatan pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Jabal Nur Kaloling itu diketahui melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, ibu hamil (bumil), hingga lanjut usia (lansia).
Mitra SPPG Sangiasseri, Nasrudin Latif, membenarkan penghentian sementara distribusi MBG tersebut.
Dia menyebut operasional dapur terpaksa dihentikan karena dana operasional dari BGN belum ditransfer.
“Benar, dapur kami mulai hari ini tidak mendistribusikan MBG ke 2.500 penerima manfaat,” ujar Nasrudin saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, persoalan administrasi di internal SPPG tidak mengalami kendala.
Keterlambatan distribusi makanan disebut murni disebabkan belum cairnya dana dari pemerintah pusat.
“Persoalan administrasi kami tentunya lancar. Kami tutup sementara karena murni hanya keterlambatan transfer dana dari BGN,” jelasnya.
Nasrudin mengaku kondisi tersebut menjadi hal yang tidak biasa karena selama ini pencairan dana dari BGN berlangsung lancar.
“Biasanya BGN untuk dapur kami tidak pernah lambat mentransfer dana. Kami juga belum mengetahui kendalanya sehingga dana terlambat masuk,” tambahnya.
Pihak SPPG juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat terkait penghentian sementara distribusi MBG.
“Kami sudah melapor ke pihak sekolah. Untuk batas waktunya kami belum tentukan,” katanya.
Ia mengingatkan, jika transfer dana belum dilakukan dalam waktu dekat, maka penghentian distribusi MBG dikhawatirkan berlangsung lebih lama.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sinjai, Sapriadi, membenarkan kondisi tersebut.
Namun ia menegaskan dapur MBG tidak ditutup permanen, melainkan hanya berhenti sementara sambil menunggu proses penambahan dana operasional.
“Tidak ditutup, hanya saja berhenti beroperasi karena sementara berproses top up dananya,” kuncinya.
2.500 Siswa dan Bumil Terdampak, Dapur MBG Sangiasseri Sinjai Stop Produksi, BGN Disebut Belum Cairkan Dana










