Semangat belajar luar biasa ditunjukkan para peserta didik MTs Attahiriyah Mangopi pada pelaksanaan Ujian Madrasah (UM), Sabtu (9/5/2026).
Meski menghadapi kendala teknis serius, para siswa tetap mengikuti ujian berbasis Android dengan mendatangi area berketinggian demi mendapatkan akses jaringan internet yang stabil.
Pelaksanaan ujian yang semula dijadwalkan berlangsung di ruang kelas terpaksa dipindahkan ke area perbukitan terdekat akibat pemadaman listrik yang terjadi di wilayah madrasah.
Kondisi tersebut menyebabkan sinyal telekomunikasi di sekitar lokasi sekolah lumpuh total.
Karena ujian dilaksanakan secara daring menggunakan perangkat Android, ketersediaan jaringan internet menjadi kebutuhan utama agar peserta didik dapat mengakses soal ujian.
Didampingi guru pengawas, para peserta didik kemudian mencari titik tertinggi untuk memperoleh sinyal internet sehingga proses ujian tetap dapat berlangsung sesuai jadwal.
“Kami tidak punya pilihan lain. Listrik padam sejak pagi dan sinyal di bawah benar-benar hilang. Agar anak-anak tetap bisa ikut ujian tepat waktu, kami arahkan ke area yang lebih tinggi,” ujar Nursaidah, pengawas Ujian Madrasah di MTs Attahiriyah Mangopi.
Di bawah terik matahari dan beralaskan rumput, para peserta didik tampak tetap fokus menatap layar ponsel masing-masing. Meski dengan fasilitas seadanya, suasana ujian berlangsung tertib dan khidmat.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata tantangan digitalisasi pendidikan di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, khususnya akses listrik dan jaringan internet.
Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta didik MTs Attahiriyah Mangopi untuk menuntaskan evaluasi belajar mereka.











