Nasional

Tagihan Katering Proyek Sekolah Rakyat Sinjai Diselesaikan, Pelaku UMKM Bersyukur

×

Tagihan Katering Proyek Sekolah Rakyat Sinjai Diselesaikan, Pelaku UMKM Bersyukur

Sebarkan artikel ini
-PT Nindya BPS-KSO memberikan klarifikasi terkait tagihan katering pekerja pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang sebelumnya ramai diperbincangkan karena disebut mencapai puluhan juta rupiah.

SINJAI, Suara Jelata-–Pelaku UMKM penyedia katering dan kebutuhan konsumsi pekerja proyek Sekolah Rakyat Sinjai mengaku lega setelah seluruh tunggakan pembayaran diselesaikan oleh PT Nindya BPS-KSO.

Pemilik Kios Nurlinda, Suardi mengatakan bahwa pembayaran tersebut telah diterima sepenuhnya setelah melalui proses mediasi bersama berbagai pihak.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Syukur alhamdulillah semua tunggakan sudah dilunasi oleh pihak perusahaan, meskipun itu menjadi tanggungan pihak mandor,” ujar Suardi, Kamis (14/5/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tanassang, serta pihak terkait yang turut membantu mempertemukan para pelaku usaha dengan pihak terkait hingga persoalan tersebut terselesaikan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu memediasi, sehingga pembayaran bisa selesai dengan baik,” tambahnya.

Hal senada disampaikan pemilik Katering Violet, Marlina. Ia mengaku bersyukur karena pembayaran tunggakan tersebut sangat membantu keberlangsungan usahanya.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran sebelumnya sempat memengaruhi perputaran modal usaha katering yang dijalankannya.

“Alhamdulillah sekarang sudah lunas, jadi kami bisa kembali fokus menjalankan usaha,” katanya.

Sementara itu, Hamsinar, pemilik Warung Rahmat juga mengaku lega setelah hak para pelaku UMKM akhirnya dipenuhi.

Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara perusahaan dan penyedia jasa lokal dapat lebih ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Diberitakan sebelumnya, tunggakan biaya makan pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai menuai sorotan.

Sejumlah pemilik warung makan lokal disebut mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah akibat pembayaran katering yang belum diselesaikan.

Para pelaku UMKM menyebut, para mandor proyek sebelumnya mendatangi warung makan warga untuk menjalin kerja sama penyediaan konsumsi bagi ratusan pekerja proyek.

Pada awal kerja sama, pembayaran disebut berjalan lancar. Namun, setelah beberapa bulan, tagihan mulai menunggak hingga akhirnya belum lagi dibayarkan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pelaku UMKM lokal terpukul.

Beberapa pemilik warung bahkan terpaksa menghentikan penyediaan makanan karena modal usaha mereka habis terserap untuk biaya operasional dan belanja bahan makanan.

Menghindari persoalan lebih meluas dan melalui proses mediasi, akhirnya pihak PT Nindya BPS-KSO mengambil langkah penyelesaian.

Manajer Keuangan dan SDM PT Nindya BPS-KSO, Hasril Hamun menegaskan bahwa pihak perusahaan telah menyelesaikan pembayaran tagihan yang masuk dari pelaku usaha katering dan warung di sekitar lokasi proyek.

“Perlu kami sampaikan bahwa perusahaan sudah melakukan pembayaran katering tersebut, sesuai dengan tagihan yang sudah kami terima,” ujar Hasril, Rabu (13/5/2026) kemarin.

Selain memastikan pelunasan tunggakan pembayaran tersebut, PT. Nindya BPS-KSO juga mengeluarkan surat pernyataan terkait kerja sama antara pelaku UMKM dan para mandor maupun subkontraktor yang bekerja di proyek tersebut.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat diketahui berlokasi di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto dengan nilai anggaran mencapai Rp245 miliar dan melibatkan ratusan pekerja lokal maupun dari luar Sulawesi Selatan.