NewsPROFIL

Olah Sawah Dengan Bajak Bertenaga Hewan Masih Diminati Petani

×

Olah Sawah Dengan Bajak Bertenaga Hewan Masih Diminati Petani

Sebarkan artikel ini

MAGELANG JATENG, Suara Jelata Dewasa ini teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) semakin modern dan membantu para petani dalam mengolah lahan maupun hasil panen. Namun demikian dalam hal pengolahan sawah, tidak semua petani pemilik lahan menggunakan traktor untuk membajak sawahnya.

Beberapa petani di sejumlah daerah masih puas mengolah lahan tanam dengan bajak bertenaga hewan. Hal ini memberi peluang bagi para buruh bajak sawah bertenaga hewan, baik sapi maupun kerbau.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Seperti diungkapkan Maksum (65) seorang pemilik bajak sapi yang tinggal di Dusun Kuwang, Desa/Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. dia mengaku mulai mahir membajak sejak usia SD saat membantu ayahnya membajak sawah.

Menurut Maksum, hasil bajakan dengan menggunakan bajak bertenaga sapi atau kerbau dinilai oleh pemilik lahan lebih maksimal.

“Langkung lebet anggenipun malik lendut utawi sitinipun. Dados langkung sae leleranipun (lebih dalam proses terbaliknya lumpur atau tanahnya. Sehingga lebih bagus leleran-nya),” ujar Maksum, Jumat (10/11/2023) saat membajak di sebuah sawah Desa Windusari.

Meski waktu pengerjaannya kadang lebih lama dibanding menggunakan traktor mesin, namun para petani masih merasa puas dengan hasil bajakan menggunakan tenaga hewan.

Kemareman Mas. Kanthi leleran sae para tani ngancas tuwuhipun tanaman kangkung sae ugi (kepuasan Mas. Dengan leleran (lumpur halus siap ditanami) bagus, diharapkan pertumbuhan tanaman lebih bagus pula),” tukas Maksum.

Sebagai buruh bajak sawah dengan tanaga sepasang sapi miliknya, Maksum mengaku mendapatkan uang jasa Rp 150.000 per hari. Ayah dari lima putra ini biasa melayani petani untuk membajak sawah di seputar Desa Windusari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. (Nar)