
SINJAI, Suara Jelata— Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) bersama Himpunan Mahasiswa Prodi PGMI menggelar Gebyar PGMI dan Pameran Media Pembelajaran yang dilaksanakan di aula kantor desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabulaten Sinjai.
Sebagai rangkaian Kemah Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai yang berlangsung semarak diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Organisasi lainya yang berlangsung sejak tanggal 22 hingga 23 Februari 2019.
Ketua Panitia Gebyar PGMI, Laeli Qadrianti mengapresiasi berbagai talent-talent yang ditampilkan pada kegiatan ini.
“Ternyata banyak bakat terpendam yang dimiliki oleh mahasiswa IAIM Sinjai dan juga para masyarakat di Desa ini. Dengan menggelar kegiatan seperti ini, bakat mereka bisa terus diasah dan akan terlihat,” jelasnya. Minggu, (24/2/2019).
Salah seorang juri, Dr. Ismail terlihat terkesan dengan talent yang dimiliki siswa dan mahasiswa dalam kegiatan ini, sesekali wakil rektor II IAIM Sinjai ini melakukan standing applous kepada para peserta yang berhasil menghiburnya.
Diketahui, pemenang pada Got talent ini, yakni Himaprodi PAI, Hizbul Wathan, English Students Association, Tapak Suci.

Sementara media pembelajaran Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah menghiasi rangkaian kegiatan Kemah Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai.
Beberapa media dipamerankan seperti media pembelajaran bahasa Indonesia, matematika, kesenian, IPS dan IPA.
Ketua Prodi PGMI, Hasmiati, mengapresiasi antusiasme mahasiswa menciptakan media untuk mendukung pembelajaran.
Tidak hanya itu, kreativitas mahasiswa diasah melalui pembuatan media pembelajaran. Media ini dibuat oleh beberapa tim yang telah dipilih.
Dan salah satu mahasiswa yang berkreasi media bahasa Indonesia, Saprianto berkomentar bahwa “Kita sebagai tenaga pendidik harus kreatif dan profesional untuk menghadapi revolusi 4.0, dalam pembuatan media ini kita bisa mengajarkan anak-anak lebih tertarik lagi dan cepat dipahami,” kuncinya.
Fatahillah/Aisyah












