Ortu Siswa Kesal, Ambil Ijazah di Pesantren AL-UMM Bulupoddo Wajib Dua Truk Bahan Bangunan

Pondok Pesantren AL-UMM Laiya

SINJAI, Suara Jelata— Pendidikan memang menjadi hal utama untuk kemajuan daerah, terutama di daerah yang berjuluk bumi ‘Panrita Kitta’ kabupaten Sinjai ini.

Menjadi miris bila pendidikan dianggap membebankan masyarakat. Namun hal itu diduga terjadi di dusun Laiya, desa Tompobulu, kecamatan Bulupoddo, kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Jamaluddin mengaku putranya, yang alumni Pondok Pesantren AL-UMM Laiya, desa Tompobulu, kecamatan Bulupoddo, dibebankan biaya ijazah.

“Iya, anak saya mau mengambil ijazahnya karena mau dia pakai ujian di SMA, tapi nda dikasi kalau nda diganti dengan dua mobil truk bahan bangunan seperti pasir, dan lain lain,” kata Jamaluddin, via telepon Minggu, (17/3/19).

Baca Juga:  Basmin Mattayang Tegaskan ASN Luwu Untuk Hindari 5D

Jamaluddin melanjutkan, bahwa harusnya pihak pesantren tidak membebankan biaya, apalagi kabupaten Sinjai dikenal dengan pendidikan gratis.

Nomor telepon Kepala Pondok Pesantren AL-UMM saat dihubungi, diangkat oleh istrinya, Faridah.

Rekan media meminta untuk bicara dengan Kepala Pondok Pesantren, namun Faridah enggan memberikan pada suaminya, malah justru mengeluarkan kalimat kasar.

“Datang ke pondok, lama maki memang ditunggu. Tidak baik kalau lewat telepon, ‘Masalana tania urusannu’ (Lagian ini bukan urusanmu)” tegasnya.

Selanjutnya, dikunjungi rumah Kepala Pondok Pesantren AL-UMM Laiya.

Baca Juga:  'Mau' Menembak, Lapangan Tembak Gojeng Sinjai Dibuka

Saat ditemui di rumahnya, Muhammad Wahid mengaku kalau memang ada yang demikian.

“Iya itu memang ada pada beberapa siswa yang dianggap kurang disiplin, dan itu adalah bentuk sanksi” kata Wahid membenarkan.

Pesantren yang mendidik kurang lebih 100 siswa dari tingkat sederajat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ini juga dikenal mengambil tenaga pendidik mayoritas dari luar.

“Tapi bapak tidak mau ambil kalau berupa uang, harus berbentuk barang kalau ada dikasi sanksi” sahut Faridah, istri Wahid.

TIM/REDAKSI