40 Muslim Tewas, Kapolres Sinjai Mengutuk Keras Aksi Teror Selandia Baru

Kapolres Sinjai AKBP. Sebpril Sesa, SIK mengutuk aksi teror di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru.

SINJAI, Suara Jelata—Kebebasan beribadah dinilai telah diganggu dengan aksi brutal.

“Kami mengecam dan mengutuk keras aksi keji dan biadab yang menewaskan puluhan jamaah saat salat Jumat di Masjid Al Noor. “Katanya.

Kemerdekaan manusia untuk beribadah kepada Tuhannya telah diganggu dengan tindakan brutal yang melampaui batas kemanusiaan.

Kapolres Sinjai mengatakan, tindakan tersebut telah melanggar poin utama hak asasi manusia (HAM), yaitu kebebasan untuk beribadah.

“Tindakan itu dianggap telah merampas hak hidup secara paksa.”tuturnya.

Semoga semua korban tragedi di Masjid Al Noor diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan pelaku harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Baca Juga:  VIDEO: 'Anca Mayor' Lapor Oknum Pejabat Sinjai di Bawaslu, Dia Kecewa

Aksi kekerasan yang terjadi di Selandia Baru dikhawatirkan memunculkan kepentingan tertentu untuk memicu terganggunya perdamaian dunia.

Terlebih aksi menyinggung agama.
Dia meminta masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Sinjai untuk senantiasa mewaspadai setiap aksi yang berpotensi menciptakan kegaduhan, terlebih jelang moment Pemilu 2019.

Dia menegaskan, hanya kerukunan yang bisa menciptakan iklim perdamaian sesama warga.

“Kita di Indonesia selalu diberikan kejernihan berpikir dan menjunjung komitmen menjaga negeri tercinta agar selalu aman dan damai di tengah keberagaman warga bangsa, ” pungkas orang nomor satu di jajaran Polres Sinjai ini.

Baca Juga:  Rekrut Pegawai Non PNS, Bawaslu Luwu Akan Dilapor ke DKPP

Sebanyak 40 orang lebih tewas dan 20 orang lainnya terluka parah dalam aksi teror masjid di Selandia Baru.

Pelaku yang diyakini warga Australia, melakukan aksinya sambil live streaming di Facebook.

Aksi teror dilakukan terhadap warga yang baru selesai melaksanakan salat Jumat.

Empat orang ditangkap dalam kejadian ini, termasuk terduga pelaku serangan teror.

Hingga saat ini, belum diketahui motif dari penembakan tersebut.

Editor:Dzhar