Sebelum Dibunuh Oknum Dosen, Wanita Asal Sinjai Ini Sempat Melawan

Sitti Zulaiha semasa hidup (Fb)

MAKASSAR, Suara Jelata—Oknum pejabat Universitas Negeri Makassar (UNM) Dr Wahyu Jayadi, 44 tahun, tega menghabisi rekan kerjanya, Sulaiha Djafar, 40 tahun, hanya lantaran ia tidak terima korban mencampuri terlalu jauh urusan pribadi pelaku.

Kepada polisi, Wahyu yang baru setahun menjabat sebagai Ketua Satgas KKN UNM, menuturkan bagaimana dirinya menghabisi korban.

Wahyu melakukan pembunuhan terhadap Sulaiha, dengan cara pelaku mencekik korban pada bagian leher dengan menggunakan tangan kanan pelaku.

Namun Sulaiha memberontak dengan cara mencakar tangan pelaku, selanjutnya Wahyu memukul bagian pipi korban sebelah kiri sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan kepalan tangan kanan pelaku.

Tidak itu saja, Wahyu lalu mencekik leher korban dengan manggunakan ke dua tangan pelaku sampai korban meninggal dunia.

Selanjutnya pelaku mencoba menutupi perbuatannya, dengan membuat korban tersebut seolah-olah adalah korban perampokan dengan cara pelaku mengunci mobil yang dikendarai oleh korban dari dalam.

Baca Juga:  Ini Caleg Dapil II Potensi Duduki Kursi 'Empuk' DPRD Sinjai

Kemudian mengambil barang-barang milik korban yang ada di dalam tas milik korban, kemudian memecahkan kaca mobil dengan menggunakan batu kali.

Terkait dengan motif membunuh Sulaiha, Wahyu menyebut dirinya tidak terima dengan perlakuan korban yang selama ini sudah dianggap sebagai keluarga pelaku.

Yang dimana korban tersebut sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku.

Pelaku juga mengaku bahwa korban sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadinya.

Akhirnya, Pelaku mengaku mencekik leher korban dengan tangan kanan, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Namun sebelum ditangkap, Wahyu sempat datang ke RS Bhayangkara Makassar untuk melihat jenazah korban.

Baca Juga:  Inilah Nama Caleg Dapil I Potensi Duduk di DPRD Sinjai

Selanjutnya pelaku tersebut di bawah ke Rosko Resmob Polda Sulsel untuk di lakukan introgasi awal.

Dari hasil introgasi tersebut, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pemembunuh terhadap korban.

Selanjutnya kata pelaku, ia mencoba menutupi perbuatannya dengan membuat korban tersebut seolah-olah adalah korban perampokan dengan cara mengunci mobil yang di kendarai korban dari dalam.

Pelaku selanjutnya mengambil barang-barang yang ada di dalam tas korban, kemudian memecahkan kaca mobil dengan menggunakan batu kali.

Pelaku kini di jerat pasal 338 KUHP Subs Pasal 351 Ayat (3) KUHP.

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diserahkan ke penyidik Sat. Reskrim Polres Gowa untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Wawan SJ