Dinas Pertanian Klaim Hanya 2,25 Persen Petani Gagal Panen di Sinjai

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Dampak Kemarau yang cepat datang dan terlambatnya petani menanam pada tahun tanam 2019 ini menjadi salah satu penyebap petani gagal panen di Kabupaten Sinjai. Rabu, (4/9/2019).

Hal ini diutarakan oleh Dinas Pertanian Sinjai melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtukultura saat dikonfirmasi media ini di Kantornya.

Baca Juga

Namun jika berdasar dari luas tanam 16330 H tahun ini oleh Petani hanya sekitar 2,25 % yang terdampak kekeringan.

“Dengan perincian Sinjai Timur 87,8 H, Sinjai Barat 96,4 H, Sinjai Utara 4 H, Tellulimpoe 10 H, Bulupoddo 157,2 H, Sinjai Selatan 12,2 H, dengan total 367,6 H terdampak, status berat 30 H, yang sedang 18,5 H, yang ringan 17 H.” kata Kamaruddin.

Di Kecamatan Bulupoddo misalnya, ada yang bersamaan tanam namun kondisi air, ada irigasi namun tidak bisa difungsikan sehingga menyebabkan gagal panen.

“Dari awal kita perkirakan 2019 akan cepat kemarau, makanya di Sinjai Utara cepat antisipasi menanam cepat. Memang ada penurunan dari hasil produksi, misal dari 10 karung turun menjadi 7 karung, “terangnya.

Sementara saat ini Dinas Pertanian Sinjai sudah turun memberikan pompa di Sinjai Selatan dan di Kecamatan Tellulimpoe untuk menyedot air untuk petani yang masih ada harapan tanaman padinya untuk di selamatkan.

“Sementara bagi petani yang sudah masuk Fuso dan masuk asuransi mereka gunakan itu untuk 1 Hektar 6 Juta claimnya. Yang sudah terdampak kita ajukan bantuan ke provinsi dan pusat untuk mendapatkan benih untuk tanam berikutnya,”kuncinya.

Loading...
loading...
  • Whatsapp

Berita Lainnya