Nasib Malang Pria Umur 104 Tahun Ini Tinggal Sendiri di Hutan Karampuang Sinjai

  • Whatsapp

SINJAI, Suara JelataSungguh malang nasib seorang pria bernama Baco ini, dengan umur diperkirakan sudah mencapai 104 tahun, tinggal seorang diri di rumah gubuknya yang terbilang sudah tak layak huni di tengah hutan. Minggu, (6/10).

Baco adalah warga Dusun Karampuang, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dia mengaku lahir pada tahun 1915 meski di KTP yang dia miliki tertulis lahir tahun 1933.

Baca Juga

Sementara itu, pria yang masih berstatus lajang ini diyakini oleh warga sekitar sebagai orang tertua di Karampuang.

Dirinya tinggal di rumah berukuran kurang lebih 3×4 meter, beratap sen, berdindingkan kayu dan berlantai kayu yang sama-sama sudah lapuk.

Saat ditemui, Baco mengaku sudah sekitar 10 tahun tinggal rumahnya, yang sebelumya pernah tinggal rumah Adat Karampuang.

“Saya pernah diajak oleh saudara tiri saya tinggal bersama, namun saya menolak karena sudah merasa nyaman tinggal di rumah saya sendiri, apalagi saya tidak ingin merepotkan,” tuturnya saat ditemui di kediamanya yang cukup jauh dari pemukiman warga.

Selain itu, Baco juga menuturkan bahwa dirinya sering mendapat bantuan Rasta sebelumnya. Namun bantuan uang dia tak pernah menerima.

“Untuk makan, saya masak sendiri di sini di rumah, dan beras saya biasa dibawakan oleh saudara tiri saya atau cucu saya dan keluarga yang lain,” bebernya.

Baco dengan tanpa menutup diri mengatakan bahwa kadang dirinya kehujanan di rumahnya akibat atap rumah yang sudah bocor.

“Kalau kerja sehari-hari saya hanya mengurusi sapi saya yang satu ekor, karena saya sudah tidak bisa bekerja lagi, karena mungkin ini juga pengaruh usia,” tuturnya sembari tertawa kecil.

Di lain sisi, Muslim salah seorang pemuda yang juga pernah menyaksikan langsung keadaan Baco, mengaku sangat prihatin dengan kondisi pria berumur sekitar lebih 100 tahun itu.

“Secara pribadi, saya sangat kasihan melihat kondisi Puang Baco, tinggal sendiri di rumahnya yang sudah terbilang tidak layak huni, dan tinggal di hutan, belum lagi usianya sudah sekitar 104 tahun,” imbuhnya.

Lanjut Muslim, harusnya pemerintah peka melihat kondisi warganya.

“Pemerintah harusnya bisa memastikan pemenuhan sandang dan pangan setiap warga negara seperti dialami Puang Baco. Setidaknya negara hadir memberikan perhatian pada rakyat minimal membedah rumah agar layak huni,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pemangku Adat Karampuang, Mangga’ juga membenarkan bahwa umur Baco memang sudah sekitar lebih seratus tahun.

“Umur saya sudah lebih 60 tahun. Sedangkan Puang Baco hidup kecil sama almarhum ayah saya,” tandasnya.

Sampai berita diturunkan, Kepala Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo sudah berkali-kali dihubungi namun tidak menjawab.

Catatan: Redaksi berita sedikit mengalami koreksi.

Laporan: Irfan

Loading...
loading...

Berita Lainnya