ALARM Tolak Penggusuran Demo BKSDA dan GAKKUM, Laporkan BPCB Sulsel

  • Whatsapp
Saat ALARM Tolak Penggusuran melakukan aksi demontrasi pada Kamis (16/1) tadi, (faat).

Makassar, Suara Jelata – Menyikapi dugaan pengrusakan lingkungan, Aliansi Rakyat dan Mahasiswa (ALARM) Tolak Penggusuran menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup (GAKKUM) Sulawesi Selatan. Kamis, (16/1).

Terkait pembabatan tanaman di Taman Patung Kuda Fort Rotterdam yang disinyalir kuat dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel, pada 6 – 9 Januari 2020 lalu.

Berita Lainnya

Hal itu mendapat respon dari berbagai organ yang tergabung dalam ALARM dengan melakukan pelaporan ke BKSDA dan GAKKUM Sulsel.

“Seharusnya, pihak balai harus menambah fungsi lingkungan yang ada di sekitar wilayah Rotterdam, bukan menghilangkan jasa lingkungan di situ, karena lingkungan ini akan menopang kebudayaan yang ada di Rotterdam. Kalau ini hilang, maka kebudayaan itu juga bisa hilang,” terang Muhaimin selaku Humas ALARM.

Pelaporan ALARM ditanggapi oleh GAKKUM, “Yang dilakukan oleh balai ini adalah salah satu perbuatan pengrusakan lingkungan. Seharusnya, pihak BPCB harus mengonfirmasikan dulu kepada pak Aliamin selaku orang yang telah lama merawat taman, sebelum melakukan tindakan pembabatan,” kata pihak GAKKUM seperti disampaikan oleh Muhaimin.

Sementara itu, Aliamin menyampaikan herapannya, “Sebenarnya tentu saya sebagai manusia biasa tindakan seperti ini harus dilihat dari sisi kemanusiaan,” ujarnya.

Selanjutnya, ALARM akan melengkapi semua berkas dan bukti pengrusakan yang dilakukan BPCB di Taman Patung Kuda Fort Rotterdam untuk diserahkan ke GAKKUM Sulsel.

Penulis: Faat

loading...