Oleh : Awal (mahasiswa politeknik informatika nasional Asal Sinjai)
OPINI,–Sinjai dulunya terdiri dari beberapa kerajaan, tellu limpoe (kerajaan tondong, bulo-bulo dan lamatti) dan pitu limpoe (turungen, manimpahoi, terasa, manipi, suka dan balassuka).
Bila ditelusuri hubungan antara kerajaan-kerajaan di sinjai pada jaman dulu, maka Nampak dengan jelas bahwa seluruh kerajaan itu menjalin hubungan dengan sangat erat yang dalam bahasa bugis disebut SINJAI.
Dengan prinsip hidup masyarakatnya yang berlandaskan pada : sipakatau, sirui’ menre tosirui no’ dan malliu to sipakainge’ prinsip hidup yang mendarah daging di masyarakat sinjai membawa pada arah-arah kemajuan, tidak hanya itu masyarakat sinjai juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaannya di masa lalu.
Seperti dari segi tradisi mappalette bola, ma’rimpa salo, Dll dan dari segi kesenian kita punya kecapi, alat music yang biasanya dimainkan di acara-acara seperti pernikahan, tari-tarian dll, dan juga ada banyak kesenian lainnya yang kita miliki, ditambah lagi dengan banyaknya objek-objek wisata yang menjadi ciri khas sinjai, seperti batu pake gojeng, rumah adat karampuang, air terjun laliyako, air terjun barania, taman hutan raya ABD latief, pulau larea-rea, tongke-tongke, dll. Menunjukkan bahwa sinjai merupakan salah satu daerah diindonesia yang kaya akan kearifan local.
Dan Seperti yang kita tahu bahwa budaya,tradisi, objek wisata, disalah satu daerah merupakan salah satu identitas daerah tersebut.
Namun seiring dengan perkembangan jaman ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi masyarakat sinjai, dimana budaya-budaya asing berbenturan dengan budaya local,yang sejak dulu dijalankan oleh orang-roang terdahulu (tau riolo).
Saya tidak bermaksud untuk mengajak menolak budaya-budaya luar, sebab kita harus hidup dengan menerima nilai-nilai yang pluralis, akan tetapi saya mengajak untuk mencoba memfilter budaya-budaya yang sesuai dengan pola dan tatanan kehidupan kita sebagai masyarakat sinjai utamanya para pemuda yang menjadi generasi-generasi pelanjut di Sinjai, dan juga pemerintah sebagai pemangku kepentingan untuk tetap menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada disinjai, kita mempunyai tugas berat yang harus dijalankan secara bersama-sama, yakni tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal sebagai ciri khas atau identitas wilayah kita.
Dan hal itu tentunya bisa kita capai dengan memperkokoh pandagan hidup kita, seperti orang-orang terdahulu, butuh kesadaran akan kecintaan kepada daerah kita,butuh adanya rasa kepemilikan terhadap daerah kita agar kita dapat berbuat lebih. Karena itu kita harus kembali kepada pandangan hidup sipakatau, sirui’ menre’ to sirui’ no’, maliu to sipakainge’, kita harus tetap memanusiaikan manusia, berjalan bersama dan tidak saling menjatuhkan, dan saling mengingatkan tentunya, maka akan terwujud sinjai dengan segala kearifan lokalnya yang tidak dimiliki daerah lain.
Tentunya juga, Diusia yang ke-456 bukan lagi usia yang muda bagi kabupaten sinjai untuk kesejahteraan rakyatnya, baik dari segi pembangunan, ekonomi, dan social, namun nyatanya kita masih mendapati adanya keterbelakangan pembangunan, baik dari segi pendidikan, maupun dari segi pembangunan infrastruktur, Disinjai borong misalnya siswa harus berjalan beberapa jam untuk mencapai sekolahnya, dengan kondisi jalan yang terbilang tidak bagus”
Di turungan baji, akses kesana dapat dibilang sangat sulit, karena kondisi jalan yang sangat susah, akibatnya aktivitas masyarakat disana juga terbengkalai, hingga kesejahteraan masyarakat masih kurang disana Sebagai penutup, Inilah yang menjadi poin yang harus kita cermati di hari jadi sinjai yang terbilang sudah tua, 456 tahun, Budaya yang kian hari makin luntur, dan kondisi kesejahteraan masyarakat, pembangunan, pendidikan, ekonomi, social, yang juga belum merata”
Saya berharap dihari jadi sinjai ke-456 dapat menjadi ajang refleksi bagi kita semua, semoga sinjai kedepannya semakin maju, disegala bidang, ekonomi, pendidikan dll. Dan tentunya saya juga memohon maaf apabila dalam tulisan ini ada kesalahan.
Selamat hari jadi Sinjai
SINJAI BERKEADILAN