Efek Corona, Driver Taksi Online di Makassar Ini Beralih Profesi Berjualan Sayur

  • Whatsapp
Muh. Basir

SINJAI, Suara Jelata— Meski Covid-19 tengah melanda Indonesia, anjuran untuk melakukan physical distancing, termasuk sekolah, bekerja, dan beribadah dari rumah telah menyebabkan perekonomian guncang. Terutama kelompok yang terdampak langsung dari pembatasan kegiatan masyarakat.

Seperti yang terjadi pada Muh. Basir, salah satu pengemudi Online (Grab) di Makassar mendapatkan dampaknya dari Virus Corona.

Berita Lainnya

Akhirnya pengemudi layanan aplikasi pengemudi online ini memantapkan hati untuk beralih profesi demi mendapatkan uang untuk kehidupan sehari-hari dan keluarganya.

Walau situasi masih rawan, pria ini tetap mencari rezeki dengan berjualan sayur keliling tempat umum di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

“Muh. Basir adalah sosok yang rajin bekerja, tak gentar keluar dari zona nyaman demi memperoleh hasil yang lebih baik” ungkap salah satu pemuda Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan.

Selain itu, Muh. Basir mengatakan bahwa sebelum adanya pandemi Covid-19 dirinya bekerja sebagai driver taksi online (Grab) di Makassar dengan menggunakan mobil pribadi yang masih diangsur cicilan. Rabu, (29/04/2020).

“Setelah Covid-19 mewabah di Makassar, semua berubah drastis, bukan hanya saya, semua kawan-kawan driver online pun merasa tercekik, terutama semenjak PSBB diterapkan. Akhirnya saya pulang dari Makassar dan isolasi mandiri,” jelasnya.

Dia kemudian memutar otak untuk tetap ada penghasilan dalam kondisi sulit seperti sekarang ini dan mencoba merintis “Taksi Sayur Mobile” yaitu dengan berjualan sayur beserta bumbu dapur lainnya dengan berkeliling kampung ke kampung.

“Saya juga berharap dan memohon kepada Pemerintah agar memperhatikan orang-orang seperti saya ini. Karea saya juga warga Sinjai. Apalagi mobil yang saya pakai adalah minibus yang tidak diperuntukkan untuk berjualan sayur yang jelas melanggar aturan” kuncinya.

Hutomo

loading...
  • Whatsapp