Terkena Longsor Rumahnya, Warga Desa Pattongko Tellulimpoe Ini Juga Berharap Dapat Bantuan

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Karena hujan deras, mengakibatkan tanah longsor yang menimpa rumah milik Wahab, di Desa Pattongko, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. Jumat, (22/05/2020).

Wahab mengaku sangat kaget saat mendengar gemuruh dari belakang rumahnya yang kemudian menimbulkan suara tubrakan pada bagian samping belakang rumahnya, yang tidak lain merupakan longsoran tanah dan batu yang menerpa dinding rumahnya hingga jebol.

Bacaan Lainnya

Wahab merasa bersyukur, karena musibah yang terjadi pada pukul 02.00 WITA dinihari ini, tidak sampai mencelakakan keluarganya yang berjumlah enam orang.

Namun demikian, Wahab tetap saja mengaku sangat kebingungan dengan kejadian yang telah menimbulkan kerusakan berat pada bagian samping belakang rumahnya.

Karena Wahab yang dulunya aktif melaut sebagai nelayan dan melakukan pekerjaan lainnya untuk memenuhi nafkah keluarganya, kini lebih banyak diam di Rumah pada masa pandemi Covid-19.

Selama tinggal di Rumah, Wahab juga mengaku pasrah tidak mendapat bantuan karena tidak pernah didata, meskipun setiap harinya dirinya menyaksikan bermacam-macam bantuan dari Pemerintah daerah yang tersalur di Wilayahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sinjai, Budiaman menyampaikan, seorang warga bisa saja tidak menerima pada satu jenis bantuan tertentu, namun mungkin menerima pada jenis bantuan lainnya, sehingga dia meminta warga tidak perlu gaduh sambil meminta warga mencari informasi apa dirinya terdaftar atau belum.

“Karena Bupati Sinjai sudah meminta semua aparat sampai kepada kepala desa untuk benar-benar menyampaikan data yang akurat tentang warga yang seharusnya mendapat bantuan akibat terdampak Covid-19, dan hal ini bisa kita lihat dari kesungguhan bapak Bupati untuk selalu turun langsung memantau dan menyalurkan bantuan itu” katanya.

Sedangkan untuk korban longsor, Budiaman juga meminta pemerintah desa untuk menjadi pihak pertama yang memberi perhatian terhadap korban, termasuk menyampaikan laporan kejadian kepada pemerintah daerah.

“Saya berupaya menghubungi kepala Desa, namun tidak tersambung, saya meminta anggota BPBD, Ahmar untuk mengakomodir permasalahan ini dan menyampaikannya kepada kepala Desa tanpa harus masyarakat buang-buang waktu” tutupnya.

(***)

loading...
  • Whatsapp