SINJAI, Suara Jelata— Comunitas Video Dakwah (Covid) 15 Channel mengunjungi kakek Takka, warga Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai yang tinggal di sebuah gubuk tengah kebun.
Rumah kakek Takka berada pada posisi perbatasan antara Desa Saohiring dan Desa Bonto, posisi strategisnya rumah kakek berada pada Desa Bonto.
Dalam perjalanannya, COVID 15 Channel menempuh jarak sekitar 1 kilometer dengan berjalan kaki.
Karena akses yang sulit ditempuh menggunakan kendaraan.
Sepanjang perjalanan, yang terlihat hanya kebun disisi kanan dan kiri jalan, serta keadaan jalan yang rusak.
Diketahui, kakek Takka pernah mengabdi di Desa Saohiring dengan pada kisaran tahun 1962 sebelum desa ini terbagi menjadi dua, yaitu Desa Saohiring dan Desa Bonto.
Rustam, anak dari kakek Takka sangat menyayangkan keadaan ayahnya tersebut, sebagai orang yang pernah berjuang di desa tapi tidak mendapat bantuan.
Selain itu, Daus, anggota COVID 15 Channel mengatakan, dengan kondisi pandemi saat ini, seharusnya pemerintah dalam memberikan bantuan jangan melihat pada KTPnya.
Cukup mendata nama dan alamatnya saja sebagai bentuk pertanggung jawaban sebagai penerima bantuan.
“Apalagi dengan kondisi bapak Takka yang seperti itu (tinggal di Rumah kebun) sangat butuh uluran tangan, jika harapannya bukan pemerintah, siapa lagi. Terlebih lagi, Bapak Takka ini merupakan mantan sekretaris di Desa tersebut, tentunya harus diutamakan dan paling diutamakan” kuncinya.
Aisyah











